<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910</id><updated>2011-08-15T19:50:36.992-07:00</updated><category term='catatan kecil'/><category term='essay'/><category term='Spiritual'/><category term='islami'/><category term='pendidikan'/><category term='puisi'/><category term='filsafat'/><category term='ensiklopedi'/><category term='sastra'/><title type='text'>Catatan Seven</title><subtitle type='html'>Tak banyak kata, tak kurang maksud. Aku hanya ingin berbagi dengan teman dan saudara sesama umat yang mengaku, merasa,,, syukur yang bener-bener mengerti JATI DIRINYA "manusia". Aku dan coretanku hanyalah sebentuk bayangan semu yang katut gerak_Nya yang SEJATI WUJUD..:(salam-ku@Huwa)):..Just Be "JATI" At "ALL"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-552852626290986670</id><published>2010-02-08T16:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T16:48:59.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ensiklopedi'/><title type='text'>Muncule Jaman Kala Bendu, Kala Tido, Kala Subo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CwTRjoLvI/AAAAAAAAAeY/JJvGtjbXvUU/s1600-h/bagong.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 255px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CwTRjoLvI/AAAAAAAAAeY/JJvGtjbXvUU/s320/bagong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436038595413028594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kala Bendu, Kala Tido, Kala Subo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum hilang ingatan kita mengenai bencana alam gempa bumi yang meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Jawa Barat, dan berbagai wilayah di Indonesia dan itupun belum selesai dalam merenovasi dan memperbaiki puing puing kerusakan yang diakibatkan oleh gempa 7,3 Scala Richter yang terjadi. Sudah disusul gempa yang lebih besar lagi 7,6 Scala Richter yang terjadi di Sumatra Barat dan Sekitarnya.&lt;br /&gt;Pertanyaan besar yang muncul adalah benarkah ini sudah skenario Yang Maha Kuasa? Benarkah akan berlaku sunnatullawwalin sebagaimana sunnah yang telah berlaku pada zaman para Nabi Rasul terdahulu. Menghancurkan dengan sehancur hancurnya yang batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CvWRcfcHI/AAAAAAAAAeQ/TVPv6I1eYpI/s1600-h/4045214_ad256e74b1_m.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 227px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CvWRcfcHI/AAAAAAAAAeQ/TVPv6I1eYpI/s320/4045214_ad256e74b1_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436037547411075186" /&gt;&lt;/a&gt;Munculnya Pengadilan Ghaib dengan Kun Fayakun-Nya melenyapkan semua yang tidak sekehendak dengan-Nya. Melenyapkan tatanan yang sudah dianggap baku dan benar akan tetapi kenyataannya salah dihadapan Allah. Melenyapkan bentuk kehidupan yang selalu mengumbar hawa nafsu dan syahwat. Memburu kenikmatan dunia yang justru menjerumuskan pada bentuk kehidupan yang dimurkai Allah. Dunia sudah dipenuhi dengan kezaliman, penuh dengan kebohongan, tipu muslihat. Diganti dengan jaman yang penduduknya hanya untuk beribadah dan memaksa dirinya (nafsunya, red)untuk selalu sejalan dengan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau benar demikian adanya, sungguh memang sudah sesuai keadaan yang ada bila disamakan dengan bentuk kehidupan umat-umat para nabi jaman dahulu yang  dihancurkan oleh Allah, sebagaimana umat Nabi Nuh, Umat Nabi Daud dan Nabi-Nabi yang lain. Hatinya sudah ditutup dan digelapkan dengan angan-angan dunia yang banyak mengajak pada kerusakan di bumi. Watak yang sombong, merasa paling benar sehingga acuh dengan kebenaran yang sebenarnya datang dari Yang Maha Kuasa. Sifat dengki, iri mudah tersinggung, mudah salah paham tetap dipelihara yang akhirnya mudah menyalahkan, saling memfitnah dan membunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CutgyaXKI/AAAAAAAAAeA/KrGBcb0P7Dk/s1600-h/LEGEND1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 217px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CutgyaXKI/AAAAAAAAAeA/KrGBcb0P7Dk/s320/LEGEND1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436036847154912418" /&gt;&lt;/a&gt;Hal tersebut dikarenakan karena sibuknya “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mburu uceng kelangan deleg&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;”. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uceng&lt;/span&gt; adalah gambaran nikmat yang besarnya se ujung jarum, dikejar diburu habis-habisan sehingga lupa anak istri, dan tanggungjawab pokoknya. Nikmat bangsa hewan yang memburu puasnya makan dan syahwat. Bagaimana supaya, terhormat, berwibawa, berkuasa, selalu menang dalam segala hal, tak ada yang mengalahkan. Tetapi dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deleg&lt;/span&gt;, gambaran &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang Empunya Nikmat(DIA, red.)&lt;/span&gt;, sama sekali tidak butuh. Butuh mengenal, butuh dekat, butuh pertolongan dan dijadikan tempat untuk kembali. Padahal hak nya manusia  dihadapan Allah persis seperti ikan dalam samudra. Jangankan bisa berfikir, punya daya kuat, bisa apa apa, bahkan bernafaspun tidak kalaulah tanpa Diri-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang yang Alloh Asmanya itu, yg keberadaannya dekat sekali dalam rasa hati (bagi yg dimengertikan dn di buka mata hatinya 'RASA')meliputi dan menyertai hamba-hambanya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mempunyai hak untuk dikenali&lt;/span&gt;, diingat-ingat dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dijadikan tujuan untuk kembali&lt;/span&gt;. Selalu dijadikan tempat untuk mengharap rahmat dan ridlo-Nya, ngumawulo (menghamba, red.), berserah diri lahir dan batin dengan sepenuhnya. Karena hanya disisi-Nya lah sebaik baik tempat kembali. Tidak dijadikan alat kaki (bagi nafsunya, red).  Yang hal tersebut akan mengakibatkan murkanya Allah SWT. Semoga kita termasuk hamba yang diselamatkan-Nya. Amien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3Cu5okNnDI/AAAAAAAAAeI/DDKf00Qk6zI/s1600-h/pendawa+tani.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3Cu5okNnDI/AAAAAAAAAeI/DDKf00Qk6zI/s320/pendawa+tani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436037055401270322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ensiklopedi Sathoriyah&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pondoksufi.or.id/"&gt;Afkaar Eds.94&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-552852626290986670?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pondoksufi.or.id/' title='Muncule Jaman Kala Bendu, Kala Tido, Kala Subo'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/552852626290986670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2010/02/muncule-jaman-kala-bendu-kala-tido-kala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/552852626290986670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/552852626290986670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2010/02/muncule-jaman-kala-bendu-kala-tido-kala.html' title='Muncule Jaman Kala Bendu, Kala Tido, Kala Subo'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CwTRjoLvI/AAAAAAAAAeY/JJvGtjbXvUU/s72-c/bagong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-5005447793000127010</id><published>2010-02-08T15:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T15:42:32.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>SALAM PERPISAHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CgyHO_0XI/AAAAAAAAAd4/LMXesfLnKNg/s1600-h/perpisahan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CgyHO_0XI/AAAAAAAAAd4/LMXesfLnKNg/s320/perpisahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436021533032042866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kucoba tuk tersenyum&lt;br /&gt;Mengucap selamat berbahagia&lt;br /&gt;Bukan tak rela namun tak mampu&lt;br /&gt;Tak lagi berharap namun masih ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumput kenangan ini, &lt;br /&gt;Takkan begitu saja hilang&lt;br /&gt;Meski kau takkan lagi pernah datang&lt;br /&gt;Membawakanku seutas senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah…&lt;br /&gt;Juga lara…&lt;br /&gt;Sedih…&lt;br /&gt;Tapi mengerti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga detik demi detik, &lt;br /&gt;Terus pergi,,,,&lt;br /&gt;Membawakanku lagi seutas mimpi&lt;br /&gt;Taman hati tuk kunaungi&lt;br /&gt;Bercerita, berbagi dan  memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa…&lt;br /&gt;Juga realita&lt;br /&gt;Cinta…&lt;br /&gt;Juga duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat mereka datang&lt;br /&gt;Semua berubah&lt;br /&gt;Dan setiap perubahan&lt;br /&gt;Terasa indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka,,,,&lt;br /&gt;Membuat semua berarti&lt;br /&gt;Memberikan perubahan kepada kami&lt;br /&gt;Membuat kami mengerti&lt;br /&gt;Arti kebersamaan dan indahnya keguyubrukunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sgala yang kami tahu &lt;br /&gt;Telah kami ajarkan &lt;br /&gt;Arti kehidupan &lt;br /&gt;Dan makna perjuangan dalam ketulusan &lt;br /&gt;Tapi kini kami pergi&lt;br /&gt;Dengan penuh harap&lt;br /&gt;Semua yang telah diberi&lt;br /&gt;Terilham untuk sebuah pengamalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kalian jaga&lt;br /&gt;Kan kalian rawat&lt;br /&gt;Agar kalian mengerti&lt;br /&gt;Bahwa hadirmu….&lt;br /&gt;Sangat berarti tuk kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: &lt;a href="http://www.pondoksufi.or.id/"&gt;Putra Husein2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Afkaar Eds.88&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-5005447793000127010?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pondoksufi.or.id/' title='SALAM PERPISAHAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/5005447793000127010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2010/02/salam-perpisahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/5005447793000127010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/5005447793000127010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2010/02/salam-perpisahan.html' title='SALAM PERPISAHAN'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S3CgyHO_0XI/AAAAAAAAAd4/LMXesfLnKNg/s72-c/perpisahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-2598201233200981149</id><published>2010-02-03T15:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T16:51:09.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>MARTABAT TUJUH DAN "SANGKAN PARANING DUMADI"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S2oYkghMHsI/AAAAAAAAAdw/_q3qha8nTf8/s1600-h/Zona_universe_series_4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S2oYkghMHsI/AAAAAAAAAdw/_q3qha8nTf8/s320/Zona_universe_series_4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434182915859422914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa apa yang ditulis oleh Syeh Fadlullah (wafat tahun 1620 M) di India dalam buku Al Tuhfah al Mursalah ila Ruh al Nabi tentang martabat tujuh, mengandung dua muatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Yang pertama hendak membuktikan bahwa jagad manusia lahir dan batinnya dan jagad raya dengan segala isinya adalah merupakan bangunan Karya Ilahi  yang “Munjer” (berpusat, red.) pada Keberadaan Diri-Nya. Yakni bagaikan samodra tanpa batas dengan segala yang ada di dalamnya.  Dimana segala makhluk yang ada di dalam samodra ini hidupnya, bernafasnya, berdaya dan bertenaganya, bergeraknya, makan dan minumnya, juga matinya, tetap berada dalam samodra.&lt;br /&gt; Samodra tanpa batas dan tepi adalah gambaran keberadaan DiriNya Zat Yang Mutlak WujudNya dan segala isi yang ada di dalamnya (termasuk segala macam jenis ikan) adalah gambaran jagad  lahir batinnya manusia dan segala isi jagad raya serta jagad raya itu sendiri.&lt;br /&gt; Karena itu ilmu tauhid diserupakan laut yang maha luas tiada batas. Oleh  karena itu pula maka Zat Yang Maha Mutlak WujudNya dan Allah AsmaNya ini meski hanya Satu akan tetapi dimana-mana ada. Meliputi segala sesuatu. Dekat sekali. Sahdan hamba ini (manusia) tanpa denganNya, bernafaspun tidak (apalagi hingga berdaya dan bertenaga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Yang kedua apabila tidak yakin mengenali keberadaan DiriNya Yang Al-Ghaib (hanya menduga-duga saja dari tempat yang jauh, harga diri nafsunya gengsi bertanya kepada ahlinya, dalam QS Saba’ 53, ditetapkan kufur olehNya). Lalu menjadi hamba yang fasik. Yaitu suatu perbuatan yang terkutuk karena ia hidup sama saja dengan telah berani memperalat Tuhan untuk kepentingan nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S2oO7F9IbRI/AAAAAAAAAdY/dVk4XAGbpuo/s1600-h/sathariyah-martabat-tujuh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S2oO7F9IbRI/AAAAAAAAAdY/dVk4XAGbpuo/s320/sathariyah-martabat-tujuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434172308749577490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MARTABAT TUJUH.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Martabat Ahadiyat.&lt;br /&gt;Pada martabat ini Yang Ada dan Yang Wujud hanyalah DiriNya. Satu-satuNya Zat Yang Tan Kinira kinaya ngapa. Dialah Zat yang kemudian memberi nama pada DiriNya  Allah. Qul Huwa Allahu Ahad. Katakanlah (hai Rasul) bahwa Dialah Satu-satuNya Zat Yang Al-Ghaib  yang jelas dan nyata dapat diingat-ingat  dan dihayati dalam rasa hati, Allah AsmaNya. (Kandungan makna dhomir Huwa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Martabat Wahdat.&lt;br /&gt;Ini adalah martabatnya  hakikat Nur Muhammad. Nukad gaib. Benih gaibnya manusia yang “menyatu dengan DiriNya”. Sebab hakekat Nur Muhammad  adalah Cahaya TerpujiNya Zat  Yang Wajib WujudNya itu sendiri. Cahaya yang dengan ZatNya sama sekali tidak pernah pisah. Bagaikan sifat dan mausuf. Bagaikan kertas dan putihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Martabat Wahidiyat.&lt;br /&gt;Ini adalah martabat hakekatul insan. Allah telah menjadikan adanya rasa yang menjadi dasar manusia. Tetapi  pada martabat ini rasa yang akan menjadi dasar  manusia itu masih murni. Yaitu rasa yang hanya merasakan bahwa Yang Wujud dan Yang Ada hanya Diri Ilahi  Yang jelas dan nyata. Sebab memang selain DiriNya, sama sekali belum ada.&lt;br /&gt;Rasa yang murni ini karena didalamnya, isinya, tidak lain hanyalah Nur Muhammad. Seandainya diutarakan dengan ungkapan kata dengan bahasa lesan dunia adalah sebagaimana yang pernah disabdakan Nabi Muhammad  Saw: “Raaitu Rabbi bi Rabbi” (Aku melihat Rabku, bersama dengan Rabku, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada martabat ini, kejelasannya sebagaimana firman Allah dalam QS Al A’raf 172 ketika Allah mengambil kesaksian atas diri manusia: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?“ Semua jawabnya sama: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yaitu saksi yang benar-benar  secara yakin dan jelas menyaksikan (=weruh=melihat) Ada  dan Wujud Satu-satuNya Zat Tuhan (yang menyaksikan/melihat adalah mata hatinya, red). Dan perlu diketahui  bahwa adanya Allah melakukan hal demikian tadi supaya di hari kiyamat  nanti manuisia tidak berkata: “Sesungguhnya kami (bani Adam adalah) orang-orang yang lengah  terhadap kesaksiannya itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dalam menjalani kehidupan dunia sebagai tempat ujiannya, manusia dikehendaki oleh Allah supaya lulus dalam memenuhi amanatNya: “Wa’bud Rabbaka hatta ya’tiyakal-yaqin”. (QS Al Hijr 99).Yaitu supaya menyembah kepadaNya sehingga Rabb  yang disembah itu  dengan yakin hadir (dalam rasa hati, red) kepadanya. Sehingga ketika mati, benar-benar pulang kembali ke tempat asalnya. Bertemu lagi dengan DiriNya. Pulang kembali ke martabat Ahadiyat, yang pintu pulangnya ini (satu-satunya pintu) adalah mengenali martabat Wahidiyat (martabat hakekatul insan) yang secara yakin dan benar kenal dan tahu adanya Nur Muhammad yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Martabat Alam Arwah.&lt;br /&gt;Pada martabat ini hakekatul insan telah berada di dalam alam arwah. Alam Daya dan kekuatan Tuhan (yang setelah dimasukkan ke dalam bakalan manusia yang asalnya dari mani, dari tanah liat, dari lumpur yang tidak berharga), ternyata diaku oleh watak akunya nafsu. &lt;br /&gt;Martabat alam arwah ini dibentuk Allah  karena mauNya  Tuhan,  KemuliaanNya tidak akan dimiliki sendiri. Tetapi juga diratakan kepada  manusia. Hanya kalau manusia, supaya menjadi mulya (disisiNya), harus dengan melewati ujian. Yaitu berupa kehidupan dunia dengan diwujudkannya berjiwa-raga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martabat alam arwah ini diberadakan  Tuhan supaya (mauNya Tuhan), arwah yang tidak lain adalah Daya dan Kekuatan DiriNya ini akan dapat dijadikan untuk mendorong semangat dan kesungguhan manusia dalam berjihadunnafsi hingga nafsunya  (yang tidak lain adalah wujudnya jiwa raga) benar-benar kalah lalu rela patuh dan tunduk dijadikan kendaraannya hati nurani, roh dan rasa mendekat sehingga selamat sampai kepadaNya lagi. Namun ternyata, daya dan  kekuatan milik Tuhan ini yang pasti diaku oleh nafsunya manusia. Sehingga yang mesti terjadi tidak lain adalah vonis Allah pada manusia sebagai hamba yang “Innaahu kaana zaluuman jahuula” (sesungguhnya manusia itu benar2 zalim lagi bodoh, red). Sahdan bila tidak ditarik oleh fadhal dan rahmatNya, pasti mengikut jalan syaitan, kecuali sedikit. (QS An Nisa’ 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S2oSMPGjySI/AAAAAAAAAdo/WROmrVdm3HA/s1600-h/jungkir-balik-jagad+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S2oSMPGjySI/AAAAAAAAAdo/WROmrVdm3HA/s320/jungkir-balik-jagad+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434175901797697826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Martabat Alam Mitsal.&lt;br /&gt;Merupakan struktural yang lembut tentang hati dan akal budi. Namun akan menjadi penentu bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Pada martabat alam mitsal ini Tuhan membuka tabir bahwa: “Maa kaana fii ‘alamil kabir kamitsli maa kaanaa fii ‘alam al shaghir”. Bahwa apapun yang ada pada jagad besar (jagad raya, red), semua itu ada pula dalam jagad kecil (lahir dan batinnya manusia, red). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam mitsal ini Allah SWT menetapkan bagi hamba yang dikehendaki mulia disisiNya (menjadi muttaqin) dengan cara menghidupkan berfungsinya hati nurani yang wataknya persis para Malaikatul-muqorrobin. Yaitu rela berlaku sujud (=makna patuh dan tunduk, taqwa) kepada wakilNya Allah di bumi. Yaitu wakil yang secara persis dan benar mengenali DiriNya Sang Muwakkal, ilmuNya, kehendakNya dan jalan lurus hingga sampai kepadaNya. Sebab Dia sama sekali tidak akan pernah "ngejawantah" (menampakkan Wujud DiriNya, red) di muka bumi. Hingga karena itu hamba yang dikehendaki menjadi muttaqin, imannya kepada AL-Ghaib (DiriNya Zat Yang Gaib) secara yakin dan benar dapat diingat-ingat dan dihayati dalam rasa hati dalam melakukan semua kewajibannya sebagai hamba dalam menyembah kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam mitsal ini pula Tuhan menetapkan bahwa hamba yang disesatkan karena mengikut jejak makhluk yang berani menentangNya (ablasa) lalu oleh  Allah  dijadikan dijuluki iblis. Yaitu membantah terang-terangan supaya sujud wakilNya.&lt;br /&gt;Watak iblis ini oleh Allah diwariskan kepada nafsu manusia (wujudnya jiwa raga) yang oleh Allah dicipta dari mani akan tetapi ternyata menjadi pembantah yang terang-terangan. (QS. An Nahl 4). Di dukung oleh berfungsinya hati sanubari (=kalbun jasmaniyyun zulmaniyun) yang menjadi markasnya nafsu lawwamah (=penyesalan, red). &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Itulah  sebabnya Nabi Muhammad bersabda bahwa memerangi nafsunya sendiri adalah perang terbesar&lt;/span&gt;. Sedang dengan tanpa mengendarai nafsu, mendekat untuk selamat pulang kembali kepada Tuhan akan memakan waktu 3000 tahun. Padahal umur manusia tidak akan ada yang sekian lamanya. Kemudian apabila si nafsu dapat dikalahkan, rela dijadikan tunggangannya hatinurani, roh dan rasa mendekat kepadaNya, dengan bimbingan wakilNya di bumi, atas ijinNya, seumur masing-masing akan dapat sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam mitsal ini adalah sebagaimana yang dialami Nabi Muhammad Saw yang oleh Allah dijalankan menemui DiriNya ketika Isra’ dan Mi’raj. Sebelum berangkat (dengan kendaraan Buraq), beliau oleh GuruNya  (Malaikat Jibril) disucikan. Dibelah dadanya. Disucikan dengan air zam-zam (=lambang ilmu yang bening dan suci hingga seyakinnya mengenali DiriNya Zat Al-Ghaib Yang Maha Suci). Dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buraq &lt;/span&gt;adalah simbul nafsu muthmainnah. Nafsu yang secara utuh telah dapat ditaklukkan hingga benar-benar dapat dikendalikan sesuai dengan tujuan yang mengendarainya. Pengendara yang senang hati dan disenangi Ilahi kembali kepadaNya, masuk menjadi hambaNya. Bukan hamba Nafsu. Bukan hamba dunia. Bukan hamba taghut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Martabat Alam Ajsam.&lt;br /&gt;Adalah martabat ketika bakal manusia diproses Allah Swt dalam kandungannya sang ibu. Dimana setelah genap 120 hari berupa segumpal daging, Allah memasukkan kedalam bakal manusia ini rohNya kemudian ditetapkan sekali perihal nasibnya. Umurnya. Rezkinya. Nasib baik dan buruknya. Amal-amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah haditsnya Nabi Muhammad Saw menjelaskan bahwa meskipun salah seorang diantara kamu telah mengamalkan amal perbuatan ahli surga sehingga antara surga dan kamu tidak ada satu hasta (saking dekatnya) namun tulisan telah menetapkan bahwa kamu menjadi ahli neraka, lalu mengamalkan amal perbuatan ahli neraka, maka masuklah kamu kedalamnya. Demikian juga sebaliknya, meskipun salah seorang di antara kamu telah mengamalkan amal perbuatan ahli neraka sehingga antara neraka dan kamu tidak ada satu hasta (saking dekatnya), namun tulisan telah menetapkan bahwa kamu menjadi ahli surga, lalu mengamalkan amal ahli surga, maka masuklah kamu ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penjelasan tersebut memberikan bukti bahwa manusia itu agar benar-benar menyadari sebagai hamba yang apes, hina, nista, tidak bisa apa-apa, tidak tahu apa-apa, bisu, tuli, bisanya hanya nambah salah dan dosa. &lt;br /&gt;Maksudnya, supaya manusia ini benar-benar mengenal dan pasrah kepada Yang Maha Segala-galanya. Sebab sebenarnyalah bahwa Yang Wujud dan Yang Ada, Yang Bisa, Yang Kuat, Yang Empunya lahir batin manusia dan jagad raya dengan segala isinya, Yang Obah  Osik, adalah DiriNya Zat Al-Ghaib  Yang Allah AsmaNya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7.Martabat Insan Kamil.&lt;br /&gt;Ini adalah manusia sebagai hamba Allah yang dibentuk olehNya telah secara pasti mencakup alam  ahadiyat, alam wahdat, alam wahidiyat, alam arwah, alam mitsal dan alam ajsam. Karena dia memang sengaja dijadikan wakilNya untuk membimbing manusia supaya selamat pulang kembali  kepadaNya. Mereka ini adalah para NabiNya, para RasulNya, para penerus tugas kerasulannya Nabi Muhammad Saw, yaitu para Wasithah yang silsilahnya tidak pernah terputus sama sekali hingga kini dan sampai kiyamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;a href="http://pondoksufi.org/"&gt;Tulisan "Beliau"&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-2598201233200981149?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pondoksufi.org/' title='MARTABAT TUJUH DAN &quot;SANGKAN PARANING DUMADI&quot;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/2598201233200981149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2010/02/martabat-tujuh-dan-sangkan-paraning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/2598201233200981149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/2598201233200981149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2010/02/martabat-tujuh-dan-sangkan-paraning.html' title='MARTABAT TUJUH DAN &quot;SANGKAN PARANING DUMADI&quot;'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/S2oYkghMHsI/AAAAAAAAAdw/_q3qha8nTf8/s72-c/Zona_universe_series_4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-4775043487349127001</id><published>2009-10-31T01:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T01:09:50.831-07:00</updated><title type='text'>Sumpah, Bukan Sampah!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SuvwWuJShsI/AAAAAAAAAOE/jpNm9CxtGYY/s1600-h/Sumpah_Pemuda-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SuvwWuJShsI/AAAAAAAAAOE/jpNm9CxtGYY/s320/Sumpah_Pemuda-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398672851468453570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal baru bagi kita untuk membicarakan sumpah pemuda, sebab untuk kali ke 81 di tahun 2009 ini, peringatan sumpah pemuda diperingati bangsa Indonesia, ya 28 Oktober merupakan momen yang sangat berarti bagi tonggak terbentuk negara Indonesia. Namun adalah merupakan sesuatu yang baru bila kita mencoba merenungi makna di balik kata sumpah itu sendiri. sebab pemaknaan dan pelaksanaan sumpah pemuda akan senantiasa mengalami perubahan seiring dengan perubahan zaman dan pola pikir dari pelaku2 penduduk bangsa dan negara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapati dalam kenyataan bahwa sumpah pemuda yang dulu dikumandangkan untuk menyatukan tekad untuk berbangsa, bertanah air dan berbahasa satu Indonesaia itu, kita telah terkontaminasi oleh budaya arogansi dan individualisme yang kental. Padahal jelas bahwa meskipun kemakmuran dan kesesuksesan hidup kita tergantung sekaligus sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing2 diri, golongan, bangsa, ras atau pun agama. Namun dalam pelaksanaanya jelas bahwa diperlukan kebersamaan, kesatuan dan persatuan dalam mewujudkannya, sebab hanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dia&lt;/span&gt; yang bisa sendiri dalam segalanya. Tanpa kesadaran yang demikian tidak ada makna yg perlu di tindak lanjuti dari sumpah yang terucap, tak ada arti dari janji yang bermaterai sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu di tekankan dalam pengamalan Sumpah Pemuda adalah kesadaran, kesadaran yang didasari oleh hati nurani yang bersih dan suci, yang merupakan inti dasar yang memanusiakan manusaia sebagai makluk yang mengerti dan menyadari keberadaan nya di dunia dicipta bersuku-suku dan berbangsa bangsa tidak lain untuk saling mengenal, selanjutnya bisa saling menyayangi dan saling menolong dalam rangka beribadah kepada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun untuk menumbuhkan kesadaran yang demikian perlu sekali memang di "jlentrehke" alias di genahkan perlunya merubah paradigma dalam menghadapi berbagai persoalan dan perbedaan yang selalu muncul diantara kita yang bermacam ragam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sudah menjadi mutlak adanya bahwa Al Insanu makhalul Khotok Wanisian, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Jadi adalah wajib adanya manusia itu berbuat salah, lupa, berbeda pendapat dan berbeda2 lainnya. sebab dengan kesalahan dan kelupaan yang dimilikinya itu semestinya menjadikan seseorang sadar sepenuhnya bahwa ia tidak bisa sendiri, perlu orang lain, perlu untuk saling mengingatkan dalam kealpaan dan saling menguatkan dalam kebenaran. Namun juga disertai dengan tegas keberanian untuk "pepisahan ing dalem durakane" - dengan senang hati berspisah dalam kedurhakaan/kemaksiatan dan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sudah begitu, yang namanya guyub rukun, satu padu, gotong royong akan terbangun dengan sendirinya. Semoga dengan Peringatan Sumpah Pemuda yang didasari dengan pengertian yang demikian bisa menjadikan sebenar-benarnya "Sumpah", Bukan Sampah. Bagimana??? :)&lt;br /&gt;by: el-pitu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-4775043487349127001?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/4775043487349127001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/10/bukan-hal-baru-bagi-kita-untuk.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/4775043487349127001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/4775043487349127001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/10/bukan-hal-baru-bagi-kita-untuk.html' title='Sumpah, Bukan Sampah!!!'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SuvwWuJShsI/AAAAAAAAAOE/jpNm9CxtGYY/s72-c/Sumpah_Pemuda-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-4155163514600626781</id><published>2009-10-23T22:17:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T22:31:11.309-07:00</updated><title type='text'>Adakah yang berhaya???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SuKOuwoBHDI/AAAAAAAAANc/-G0-SCiwzxk/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SuKOuwoBHDI/AAAAAAAAANc/-G0-SCiwzxk/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396032237521148978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah waktu itu saya mendengar pengajian di TV yg dibawakan Oleh Ustad yang  tak asing lgi bagi kita, "AA Gym" ya.. meskipun memang tak setenar dulu. Dia  memang sososk yang sangat berbeda dengan dai2 lain dalam menyampaikan  ungkapan dan kajian2 Islam yang dibawakannya . Dalam perspektif yang  dibawakannya segala tentanga Islam menjadi lebih mudah dipahami, lebih enak di dengar dan lebih sejuk di hati. Pola pandang yg seperti itulah yang mungkin di sebut pola padang sufisme, dimana sufisme itu sendiri bermakna  "bening/jernih". Dan ternyata dengan pemahaman dan pemaknaan kajian2 Islam secara sufisme lebih dapat di terima masyarkat Indonesia termasuk saya  sendiri.. Hal ini tentu tidak lepas   dari karakteristik masyarakat Indonesia yang di kenal ramah,sopan santum andap asor dan rendah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada maksud, satu ungkapan yang begitu mendalam yg pernah Beliau ungkapkan adalah mengenai "aib diri". Sejenak coba sy ingat2 :) ... mungkin tidak setepat yang beliau ucapkan kala itu. tapi pada intinya begini..."sebenarnya fitnah, ancaman, dan caci makian dari orang lain itu, sama sekali tidak berbahaya bagi diri kita, tidak akan menjatuhkan harkat, derajat serta nama baik kita, baik di hadapan manusia lebih2 di hadapan Allah. Tapi yang sesungguhnya sangat berbahaya dan yang pasti bisa menjatuhkan manusia di hadapan manusia lebih2 di hadapan Allah SWT adalah aib dirinya sendiri."Kala itu tentu saja sy sendiri masih belum paham juga. Tapi kalo di renungi dan dipahami secara lebih dalam, dengan menengok ke dalam diri kita masing2 memang benar adanya. Beruntunglah manusia karena ternyata Allah yang Maha Penyayang sangat bijaksana. Karena Dia lah yang menyembunyikan aib manusia dari manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo tidak, Masya Allah... tentu tidak ada satu orang pun yang akan sudi menjadi teman, kawan, saudara, apalagi jadi suami atau istri kita. Kalo saja... Allah membuka terang-terangan aib setiap diri kita kepada manusia lainnya. Coba saja Anda bayangkan semua hal keji, hina, kotor,bejat, yang ada dalam diri kita. Segala kepicikan dan kemunafikan serta segala tetek bengek ke bejatan kita sebagai Manusia/ Insan (makluk yang pelupa... lupa akan siapa DIA), tempat nya salah dan dosa). tentu saja kita sendiri akan jijik melihat diri sendiri. Nah... bagaimana kalau semua itu di bukak BLAK olehNya ke pada orang2 di sekeliling kita... barang kali dan sangat mungkin sekali mereka semua akan kabur, lari terbirit2 dari kita... he he he. Untung bukan???? :) Danitulah yang sudah di contohkan oleh Baginda Rosul Muhammad SWA, betul tidak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semenjak itu, dalam menghadapi segala hal terkait dengan kejelekan saya sendiri, mana kala ada yang mencaci, menghina dan mungkin memfitnah. saya coba tuk bisa terima dengan ihlas, kalau bisa tentu harusnya bersyukur. bagaimana tidak, saya bayangkan sendiri betapa luar biasa banyaknya kebejatan dan kemunafikan diri saya sendiri, kalaupun ada yang kemudian muncul aib dari diri sy dan diketahui ataupun disebarkan orang lain. Alhamdulillah... itu cuma sedikit sekali, sangat sedikit sekali, semoga itu bisa mengurangi beban kemunafikan ku. Kalau saja mereka tahu yg sebenarnya diri saya "semuanya", tentunya mereka tidak akan mau menjadi teman, saudara, ibu dan bapak dari saya, dan barangkali nama dan sosok diri ku akan di "shift+Del" alias dihapus selamanya lama dari ingatan mereka. Bahkan bisa2 mereka muntah2 kalo sampek mendengar nama ku di sebut ... Wakakak. Betul gak? Mau coba?!?!?!! Wekekek. Saya jamin gak da yang mau Coba waluapun GRATIS...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah saudara2 sebangsa dan setanah air, sesuatu yg harus senantiasa kita harus syukuri dalam hidup ini, bahwa Allah masih menutupi aib2 kita pribadi. jangan lah Ocehan kecil orang lain tentang kita membuat kita kelimpungan, bingung dan khawatir akan nasib nama baik dan martabat kita. Ingatlah... itu hanya sedikit, sedikit dari kekotoran diri kita. Tenang saja, bersyukurlah, koreksilah yang terlanjur salah. sebab esok masih ada harapan. karena Dia sungguh2 Pengasih lagi Penyayang, penerima Taubat hamba2 Nya, yang menutupi aib2 para hamba Nya.&lt;br /&gt;Terimaksih ya Alloh... semoga engkau jadikan Aku orang yang Ihlas dan Syukur. Jadikanlah aku rela Atas Kehendak Mu dan jadikan lah takdirmu bagiku,adalah rahmat Dari MU. Amin...3x.&lt;br /&gt;(me:alfakir pitu) @24hr/25th Oktober 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-4155163514600626781?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/4155163514600626781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/10/adakah-yang-berhaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/4155163514600626781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/4155163514600626781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/10/adakah-yang-berhaya.html' title='Adakah yang berhaya???'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SuKOuwoBHDI/AAAAAAAAANc/-G0-SCiwzxk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-7799211736594798848</id><published>2009-10-04T21:43:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T23:07:11.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>TAUHID DALAM SATUAN BINER</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SsmMp_kTnpI/AAAAAAAAAI8/ViJeEZefkf8/s1600-h/cd-rom.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 278px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SsmMp_kTnpI/AAAAAAAAAI8/ViJeEZefkf8/s320/cd-rom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388993082191748754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda dihadapkan pada suatu soal pilihan berganda yang nyleneh yang intinya berapakah 2+2? Ada beberapa jawaban disitu, dua diantaranya adalah 4 dan jawaban yang satunya adalah “Tidak Tahu”. Mengapa bisa “Tidak Tahu” karena ternyata memang benar bahwa jawabannya adalah “Tidak Tahu”. Kok bisa begitu? Ternyata memang pertanyaan itu sangat menjebak logika kita. Khususnya kalau kita semata-mata Cuma sekedar menyandarkan pengertian angka-angka dalam satuan desimal 1,2,3,4,5,6,7,8,9,0 atau puluhan. Ternyata apa yang kita sebut sebagai puluhan tak lebih dari suatu konsensus kita bersama untuk menyatakan suatu gagasan angka tambah, kurang, kali, bagi dan gabung dengan batasan maksimum 10 satuan (termasuk 0). Artinya jawaban 2+2 menjadi “Tidak Tahu” karena tidak disebutkan dalam soal tersebut sistem satuan bilangan apa yang dijadikan acuan atau referensi. &lt;br /&gt;Gagasan dasar soal yang saya ilustrasikan di atas sebenarnya sangat mendasar yaitu apapun yang kita sebut bilangan sepertinya hanya sekedar sesuatu kaidah yang disepakati. Sehingga tidak bersifat absolut, namun bersifat relatif. Dalam hal angka, maka angka boleh dikatakan lebih absolut dibandingkan dengan huruf dan bahasa yang beraneka ragam digunakan di seluruh dunia. Bahasa angka nyaris seragam digunakan di seluruh penjuru dunia. Dalam arti tidak ada satu negarapun yang menolak sistem desimal atau puluhan sebagai dasar perhitungannya. Meskipun demikian, sistem desimal masih bersifat relatif. Lantas apakah ada  bilangan yang absolut? Jawaban itu muncul kemudian ketika teknologi elektronik atau dijital mengusulkan suatu gagasan satuan bilangan baru yang sangat mendasar yaitu bilangan berdasarkan satuan angka 2 atau biner. Maka angka 2 pun ketika diterjemahkan dengan satuan biner atau 2-an kemudian menjadi 10 (2/2=1 sisa 0  sehingga diperoleh dalam satuan  biner angka desimal 2 sama dengan 10). Keunggulan biner ternyata sangat mendasar karena dengan kode biner ini sinyal-sinyal elektrik 0 atau 1 menyatakan suatu kondisi logis “off” atau “on” alias hidup dan mati dan juga selaras dengan realitas kehidupan seperti adanya siang malam,gelap terang, pria wanita dan sebagainya. Pada akhirnya seluruh informasi dan pengetahuan manusia yang didijitalkan pun Cuma sekedar rangkaian 010101 semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Tauhid dan Era Dijital &lt;br /&gt;Bilangan biner inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi lebih universal, sangat ruhaniah, dan barangkali Von Neuman yang menjadi bapak komputasi numerik yang melahirkan cara-cara simbolis matematis era dijital memperoleh gagasan dari pengertian ruhaniah agama-agama Timur tentang kaidah Tauhid Nol dan Satu, sebagai kaidah paling dasar yang menauhidkan Tuhan Yang Maha Esa. 0 dan 1 adalah Tiada Tuhan Selain Yang Satu yang dalam agama Islam menjadi “Laa Ilaaha Ilallaah” yang tersusun dari dua kalimat yakni kalimat Nafi(peniadaan)”Laailaha” yang berarti dunia dan segala wujud dan rupa itu sebenarnya tidak ada, dan kalimat itsbat(penetapan) ”illa Allah” yang berarti bahwa yang sejatinya ada dan wujud itu hanya Allah semata. Tanpa kita sadari, sebenarnya ateisme sudah rontok dengan lahirnya era dijital dan menjadi ideologi yang kuno dan basi karena ilmu pengetahuan modern lahir berdasarkan Tauhid yaitu 01.  &lt;br /&gt;Kalau kita lihat kenyataan saat ini semua pengetahuan manusia yang didijitalkan maka semuanya akan melulu kombinasi 10101010 yang tak lebih dari pernyataan bahwa semua ilmu pengetahuan adalah ilmu pengetahuan Allah Yang Maha Esa. Ketika Anda melihat televisi, mendengarkan radio, berselancar di internet, melihat situs ini itu, mengetikkan e-mail, menulis artikel, atau apapun aktivitas yang Anda lakukan dengan perangkat elektronik maka semua itu tak lebih dari sinyal-sinyal 10101010... Dalam kenyataan yang lebih mengejutkan, tubuh kita dan otak kitapun tak lebih dari biokomputer yang menguraikan semua tangkapan sistem inderawi kita dalam kode-kode biner 101010 dari semua informasi dan pengetahuan yang kita ekstrak melalui cahaya yang tertangkap sinyalnya dari sekeliling kita. Apakah indera itu mata, telinga, hidung, kulit ataupun perasaan kita, semua itu tak lebih dari kode-kode biner atau suatu penauhidan atas Allah Yang Maha Esa.  &lt;br /&gt;Kalau saja filsafat materialisme-ateisme tidak memperkosa kaidah-kaidah ilmu pengetahuan, sehingga saat ini umumnya orang mengira ilmu pengetahuan bisa berjalan tanpa Tuhan, maka realitas angka sebagai suatu simbolisme ruhaniah dapat dengan mudah dicerna banyak orang. Dalam satuan biner kita melihat hakikat dari semua ilmu pengetahuan yang dengan komputerisasi Cuma sekedar angka–angka yang menauhidkan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam satuan desimal, angka-angka misterius yang unik terlahir sebagai bilangan Prima, yaitu angka yang tak bisa habis dibagi kecuali oleh angka satu dan dirinya sendiri. Yang menarik, suatu konsensus sudah dicapai bahwa angka 1 bukanlah disebut bilangan prima. Jadi, angka 1 sangat unik yang secara tidak langsung inipun tanpa disadari banyak orang, menjadi pernyataan tauhid juga. Dalam satuan desimal, bilangan prima adalah angka 2,3,5,7,11,13,17,19,23 dst. Yang jumlahnya hingga sekarang tidak berhingga.&lt;br /&gt;Sejauh ini berbagai pengetahuan praktis yang berhubungan dengan teknologi elektronik dikembangkan dengan keunikan bilangan prima ini, misalnya teknologi keamanan komputer dan identifikasi  lainnya yang memerlukan keunikan-keunikan. Bahkan, bagi umat Islam , bilangan prima sangat erat kaitannya dengan kitab suci al-Qur’an. Inilah yang tersirat dalam beberapa hadis dan ayat al-Qur’an yang mengatakan Allah adalah ganjil, dan menyukai yang ganjil-ganjil.  &lt;br /&gt;Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu. &lt;br /&gt;(QS 89:1-4)&lt;br /&gt;Maka dalam banyak kajian ilmiah al-Qur’an, muncul satu cabang pengetahuan yang sebenarnya terkait dengan kodefikasi penomoran surat dan ayat, jumlah, dan bilangan lainnya yang disebut ‘Ijaz ‘Adadi. Bukan suatu kebetulan juga bahwa angka 5, 7, 11, 17, 19 dan beberapa angka lainnya nampaknya akrab dengan peribadahan Umat Islam. Bahkan dalam beberapa ayat diinformasikan hitungan satu demi satu bahwa, &lt;br /&gt;”Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. (QS 72:28). &lt;br /&gt;Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.(QS 21:92)&lt;br /&gt;Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.(23:52)&lt;br /&gt;Dan yang secara jelas sebagai ungkapan tauhid adalah surat al-Ikhlas, Katakanlah: ”Dia-lah(huwa) Allah, Yang Maha Esa, (QS 112:1)&lt;br /&gt;Ketika saya mencoba melihat bilangan prima dan satuan biner(2), suatu pengertian mendasar muncul bahwa sebenarnya bilangan prima pun muncul dari angka 1. Maka semua bilangan baik dalam satuan apapun akan selalu berasal dari yang satu jua termasuk konsepsi penciptaan yang akan saya uraikan dari angka 1 ini dengan suatu landasan berdasarkan Tauhid dan kalimat Basmalah yang melimpahkan rahmat dan kasih sayang, kekuatan dan  pertolongan Allah SWT yang tak pernah habis dibagi kecuali oleh diri-Nya Sendiri.&lt;br /&gt;Dari pemahaman matematis, Basmalah tak lain merupakan pernyataan yang menunjukkan suatu pelimpahan, pemberian, sokongan, dan terminologi pelimpahan dan pemberian kekuatan lainnya yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa matematis menjadi +, x, /, dan u yaitu tambah, kali, bagi, dan gabung, tidak ada pengurangan yang menunjukkan bahwa sifat pengurangan tak pernah ditampilkan dalam Basmalah  yang ada semuanya adalah limpahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Pengertian  ini juga membuktikan bahwa beberapa rumus elementer dan konstanta alam fisika modern) dapat menyajikan suatu uraian Tauhid yang memetakan Al Qur’an sebagai Kosmos Islam dari angka 1 sebagai Allah Yang  Maha Esa kemudian memetakan ulang rangkaian surat dan ayat-ayat al-Qur’an yang ternyata memang di susun sesuai dengan bagaimana alam semesta dan semua isinya ini diciptakan oleh Allah SWT. Khususnya dalam kaitannya dengan peran manusia, alam semesta dan Tuhannya seperti telah diisyaratkan dalam firman-firman berikut : Surat Asy-Syuuraa ayat ke 53 (QS 41:53) yang berbunyi: &lt;br /&gt; “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami pada segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri,...” &lt;br /&gt;Kemudian pada surat  Adz Dzariyaat ayat 20-21 QS 51:20-21): “dan di Bumi ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi yang yakin. Dan (juga) pada diri kamu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan.” &lt;br /&gt;Dan surat Ar Ra’du 11 (QS 13:11): ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”.  &lt;br /&gt;Rangkaian ayat-ayat Al Qur’an diatas sebenarnya hendak menegaskan kepada manusia suatu hubungan kosmologis dengan memahami dan mengetahui apa yang ada di dalam diri sendiri (yakni fitrah manusia yang merupakan fitrah Allah sendiri ”al insaanu sirrun, wa ANA sirruhu”), apa yang ada di langit dan bumi, dan apa yang dikatakan Tuhan semesta alam. Ringkasnya, rangkaian ayat-ayat diatas dapat disimpulkan sebagai suatu petunjuk, “Wahai manusia, kenalilah dirimu sendiri, kenalilah alammu, kenalilah Tuhanmu, kenalilah masamu dan masyarakat serta sejarahmu supaya engkau mengenali siapakah dirimu itu, darimanakah engkau berasal, mau kemanakah engkau akhirnya, dan ngapain di dunia ini.”  Sebab ”Man ’arofa nafsahu, faqod ’arofa robbahu, waman ’arofa robbahu faqod jahula nafsahu”. Untuk itu maka ”Fas’aluu Ahla Ad-Dikri inkuntum laa ta’lamuun.&lt;br /&gt;(By:pitu)&lt;br /&gt;.::Atmonadi,Risalah Tauhid:Prima Kausa(1)::.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-7799211736594798848?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/7799211736594798848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/10/tauhid-dalam-satuan-biner.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/7799211736594798848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/7799211736594798848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/10/tauhid-dalam-satuan-biner.html' title='TAUHID DALAM SATUAN BINER'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SsmMp_kTnpI/AAAAAAAAAI8/ViJeEZefkf8/s72-c/cd-rom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-2758281892366283456</id><published>2009-09-20T08:14:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T09:02:22.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan kecil'/><title type='text'>ISO Ra Po Do</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SrZRBJrTUoI/AAAAAAAAAIs/7o5VUKgJio8/s1600-h/cultural.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SrZRBJrTUoI/AAAAAAAAAIs/7o5VUKgJio8/s320/cultural.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383579484787266178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"aku, opo siro. sak jane yo podo manungsane". Tapi sing jelas kita semua memang tidak pernah sama. dalam hal apapun, sebesar atau sekecil apapun. Meskipun kita berangkat dari tempat yang sama yakni dari Benih Fitrah Jati Diri-Nya. Tapi semenjak kita memasuki gerbang dunia yang pertama yang tidak lain sejak dalam kandungan Ibu kita, kita mulai dibentuk oleh berbagai faktor yang sama sekali berbeda, hingga kemudian kita dilahirkan, di tempat yang berbeda, jam yang berbeda, hari dan tanggal yang berbeda dan beda2 lainnya. Semakin hari kita bertumbuh, dengan semakin besar pula perbedaann yang membentuk karakter kita masing2.&lt;br /&gt;"Everythiings make's different", lek menurutkku sich gitu. Mboh bener pora, jadi dengan begitu mari kita semua belajar untuk menghargai perbedaan, tetap guyub rukun, elek kinelekan, tulung tinulungan ing dalem kemlaratane(dalam ilmu, lakon pitukon pun juga harta) lan gelem tur wani pepisahan ing dalem kedurhakaan. Semoga kita semua mendapat ridho dan bimbingan Nya(DIA), dan senantiasa digelemake Itba' Utusan Nya yang kita Cintai, yang senantiasa tidak pernah bosan "ngitik-ngitik" kita.&lt;br /&gt;Semoga dengan belajar menghargai, tolong menolong dan saling mengingatkan untuk senantiasa ngugemi jalam kebenaran INI, kita dapat kembali pada KESAMAAN yang HAKIKI (dalam mentauhidkan rasa hati), yakni sama-sama kembali kepada Fitrah yang ISA/ESA tur ISO...Ingkang Sarwo Ono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(phytwo:2099)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-2758281892366283456?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/2758281892366283456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/09/iso-ra-po-do.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/2758281892366283456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/2758281892366283456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/09/iso-ra-po-do.html' title='ISO Ra Po Do'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SrZRBJrTUoI/AAAAAAAAAIs/7o5VUKgJio8/s72-c/cultural.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-3590866825247955574</id><published>2009-09-20T04:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T04:10:33.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Sajak2 "Fitri"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SrYNTdv95MI/AAAAAAAAAIc/rBoU7Rx6T3k/s1600-h/Idul_Fitri_Card_2_by_cookiesign.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SrYNTdv95MI/AAAAAAAAAIc/rBoU7Rx6T3k/s320/Idul_Fitri_Card_2_by_cookiesign.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383505032622499010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam senyap aku berharap&lt;br /&gt;Engkau hadir dan menatap&lt;br /&gt;rasa ku yg kian pedih meratap&lt;br /&gt;memeluk cinta yg tak lg tergurat &lt;br /&gt;sebab dosa tlah menutup dan berkarat&lt;br /&gt;buatku tersengal dan sekarat&lt;br /&gt;hanya mengharap ridho dan rahmat&lt;br /&gt;dariMu Sang penerima taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab hidup ini sungguh tak berarti&lt;br /&gt;tanpa cinta yang Fitri&lt;br /&gt;yang menyatukan rasa ku dan rasa Mu&lt;br /&gt;satu padu dalam Alif yg Lam "MiM"&lt;br /&gt;hingga q tak lagi mengenali diri&lt;br /&gt;karna Cahya wajah Mu leburkan warnaku&lt;br /&gt;warnaku yg tak lain hanyalah bayang2 semu&lt;br /&gt;perwujudan nafsu yg menistakan aku dari AKU MU&lt;br /&gt;sedang sadarku masih saja asyik bercumbu rayu &lt;br /&gt;dalam gelora peradaban daging yg palsu&lt;br /&gt;mengejar dan memburu nikmat bangsa lembu&lt;br /&gt;butakan jalan tuk kembali pada MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... TuHAN dr tuhan2 ku&lt;br /&gt;Ampuni aku yg lalai dan acuhkan Mu&lt;br /&gt;sebab tuhan2 itu tlah menipuku&lt;br /&gt;dengan bisikan syahdu yang trus membujuk ku&lt;br /&gt;tuk selingkuhi MU wahai TuHAN ku&lt;br /&gt;sungguh, betapa ku teramat malu da tak tau malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu... ku teringat satu pesan Mu&lt;br /&gt;"La tataiasu..?!?!?!" yg tak ku ingat spenuh akalku &lt;br /&gt;namun qalbu tak kan sedikitpun meragu&lt;br /&gt;tentang rahmat dan ampunan Mu&lt;br /&gt;tuk tak berpatah arang akan maghfirohMu&lt;br /&gt;kini... di hari nan fitri ini&lt;br /&gt;buktikan titahmu yg suci... &lt;br /&gt;Tentang "Al Insanu sirri min sirri"&lt;br /&gt;Smoga Engkau masih terima al faqir ini&lt;br /&gt;tuk bersihkan diri fitrahkan nurani&lt;br /&gt;singkirkan sanubari yg busuk lg keji&lt;br /&gt;muliakan hari yg Fitri&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar WalillahHilkhamd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pitu, 1 Syawal 1430 H)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-3590866825247955574?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/3590866825247955574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/09/sajak2-fitri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/3590866825247955574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/3590866825247955574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/09/sajak2-fitri.html' title='Sajak2 &quot;Fitri&quot;'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SrYNTdv95MI/AAAAAAAAAIc/rBoU7Rx6T3k/s72-c/Idul_Fitri_Card_2_by_cookiesign.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-8336743733867417610</id><published>2009-06-04T02:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T00:40:59.046-07:00</updated><title type='text'>Tak Kusangka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SjKyAHbVqEI/AAAAAAAAAIU/yBM2ERB2B30/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 99px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SjKyAHbVqEI/AAAAAAAAAIU/yBM2ERB2B30/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346531422705657922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Betul,memang benar bahwa kita semua ini tak pernah dapat menduga apapun, jangankan apa yang akan terjadi di luar diri kita dan semesta alam ini. Bakan apa yang akan terjadi dengan rasa dan pikiran kita pun, tak pernah kita dapat menyangkanya. Sungguh kita ini memang benar-benar hamba yang al fakir(dalam hal ilmu, lakon, pitukon, apalagi keimanan dan ketaqwaan). Oleh karena itu pula sudah semestinya kita dengan sabar dan ihlas di sertai syukkur yang ilahi, pandai-pandai menempatkan diri sebagai murid (yakni orang yang senantiasa butuh bimbingan, dan pertolongan Nya), tentu melalui sang wakil Nya yang mengada di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku pun tlah membuktikan betapa ringkih Nya hamba ini, ketika jiwa terluka. Seolah dunia ini sungguh tak berharga, seolah tak sejengkal ruangpun tuk kita berpaling, tuk sekedar lalaikan kepedihan. Namun yang membuat ku begitu malu, aku tak juga mampu tuk rebahkan lelah jiwaku ini di pangkuan Mu. Aku masih saja bergelayutan mencari pengharapan duninawi. Seolah hadir Mu tak cukup mengisi Nurani, Yach....betapa memang nista hamba ini. Ketika aku berenag dalam samudera penghidupan Nya. aku lalai, aku lupa, bahwa aku berada dalam samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Kusangka, bahwa hidup ini sperti sebuah drama, yang tersimpan dalam piringan optik disk taqdir yang kuasa. Tak sebutir debupun yang terbang diangkasa, tanpa kehendak dan izin Nya. Meski tak mudah akal ini tuk mengerti, ku yakin itu benar adanya, Bahwa Kun Fayakun Nya bukan lah sebuah retorika, tapi sungguh benar dan amat nyata. Dalam dimensi waktu yang tak berbatas, kita dapat merasakn Benar ADANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(by: phytwo_7)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-8336743733867417610?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/8336743733867417610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/06/tak-kusangka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8336743733867417610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8336743733867417610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2009/06/tak-kusangka.html' title='Tak Kusangka'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SjKyAHbVqEI/AAAAAAAAAIU/yBM2ERB2B30/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-3780874242811252786</id><published>2008-11-26T18:30:00.000-08:00</published><updated>2009-06-13T00:57:34.195-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>RAHASIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4HFwWvefI/AAAAAAAAAF8/-3IrNkCCi5E/s1600-h/img_4641b.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4HFwWvefI/AAAAAAAAAF8/-3IrNkCCi5E/s320/img_4641b.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273160009158457842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Rahasia Terbesar ”QURBAN”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(oleh: el-pitu)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak ada satu hal apapun yang terjadi didunia ini tanpa suatu maksud dan tujuan serta hikmah dari sang sutradara semesta raya. Begitupun dengan dengan peristiwa pengurbanan seorang hamba kepada Tuhannya, menjadi catatan emas dalam sejarah umat manusia yang dilakonkan oleh dua orang kekasih Allah, Ibrahim Alaihissalam dan putra tercintanya Ismail Alaihissalam. Meskipun tidak semua orang khususnya umat islam yang dapat mengetahui hikmah tersebut. Karena memang hanya Allah sendiri yang mengetahui sepenuhnya rahasia dan hikmah seluruh peristiwa yang telah dan akan terjadi. Namun demikian sudah seharusnya kita belajar dan merenungkan hal itu guna memperkuat dan mempertebal iman dan aqidah keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah-hikmah peristiwa dalam sejarah kenabian dan kerosulan sendiri ada yang diungkap dalam kitab suci Al-Quran atau sunnah Rasul, ada pula yang tidak disinggung sama-sekali. Bagian hikmah yang tidak disinggung ini, hanya dapat diketahui dan dihayati oleh kalangan tertentu, yang dalam Al-Quran dinamakan Arrasikhuuna fil-‘ilmi, yakni mereka yang kuat imannya dan kelebihan ilmu oleh Allah, yang tidak diberikan kepada orang lain (QS Ali Imran, 3:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaun di antara hikmah ibadah Qurban, ialah untuk mendekatkan diri atau taqarrub kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah dilimpahkan-Nya yang jumlahnya demikian banyak, sehingga tak seorangpun dapat menghitungnya (QS Ibrahim, 14:34). Hikmah secara eksplisit dan tegas tentang ibadah qurban ini, telah diungkapkan dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;"… maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta)dan orang yang minta.&lt;br /&gt;Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu,&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kamu bersyukur" (QS Al-Haj, 22:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah selanjutnya adalah dalam rangka menghidupkan sunnah para nabi terdahulu, khususnya sunnah Nabi Ibrahim, yang dikenal sebagai Bapak agama monoteisme (Tauhid), Ibadah qurban berasal dari pengurbanan agung yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim terhadap puteranya guna memenuhi perintah Allah. Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan taqwanya yang tinggi dan murni, kemudian mengganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar (QS Ash-Shaffat, 37:107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hikmah berikutnya adalah dalam rangka menghidupkan makna takbir di Hari Raya Idul Adha, dari tgl 10 hingga 13 Dzul-Hijjah, yakni Hari Nasar (penyembelihan) dan hari-hari tasyriq. Memang Syari-at agama kita menggariskan, bahwa pada setiap Hari Raya, baik Idul Fitri ataupun Idul Adha, setiap orang Islam diperintahkan untuk mengumandangkan takbir. Hal ini memberikan isyarat kepada kita, bahwa kebahagiaan yang hakiki, hanya akan terwujud, jika manusia itu dengan setulusnya bersedia memberikan pengakuan dan fungsi kehambaannya di hadapan Allah s.w.t. dan dengan setulusnya bersaksi bahwa hanya Allah sajalah yang Maha Besar,Maha Esa, Maha Perkasa dan semua sifat kesempurnaan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan yang sebenarnya akan tercapai, apabila manusia menyadari bahwa fungsi keberadaannya didunia ini hanyalah untuk menjadi hamba dan abdi Allah, bukan abdi dunia, ataupun abdi setan (QS Al-Dzarriyat, 51:56), bukan pula abdi bagi nafsu yang tidak lain adalah wujud jiwa raganya sendiri, yang kental dengan sifat iblis yang abaa wastakbaro(acuh dan menyombongkan diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu semua, Hari Raya Qurban pun merupakan Hari Raya yang berdimensi sosial kemasyarakatan yang sangat dalam. Hal itu terlihat ketika pelaksanaan pemotongan hewan yang akan dikorbankan, para mustahik yang akan menerima daging-daging kurban itu berkumpul. Mereka satu sama lainya meluapkan rasa gembira dan sukacita yang dalam. Yang kaya dan yang miskin saling berpadu, berinteraksi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama mengajarkan bahwa semua ibadah hendaknya dilakukan semata-mata ikhlas karena Allah (QS Al-An’am, 6:162-163). Tak terkecuali ibadah haji dan ibadah Qurban. Karena hanya dengan niat yang terikhlaslah, akan terjamin kemurnian ibadah yang akan membawa pelaksanaannya dekat kepada Allah. Tanpa adanya keikhalsan hati, mustahil ibadah akan diterima Allah (QS Al-Bayyinah, 98:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan ibadah qurban, Allah menegaskan bahwa daging hewan yang diqurbankan itu tidak akan sampai kepada-Nya, hanyalah ketaqwaan pelaksana qurban itu (ketaqwaan yang bermakna kesedian dengan ihlas secara totalitas untuk tunduk patuh atas perintah-Nya khal mayyitilghosili/seperti mayat yang sedang dimandikan, dengan mengurbankan segala bentuk keakuan akan ako-akon/rasa memiliki perihal dunia, untuk diserahkan pada KeAkuan Tuhan sebagai sang empunya segalanya). Jadi Allah tidak mengharapkan daging dan darah hewan qurban itu, tetapi MENTAL KETAQWAAN (yang bersumber dari  keihlasan serta rasa syukur yang sejati murni yang merupakan inti ibadah), dan hal ini tidak akan tumbuh melainkan di hati hamba-Nya yang diridhoi dan ditarik dengan belas kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan agar supaya kita dijadikan hamba yang ditarik dengan ridho dan kasihnya itu, maka kita harus terus belajar dan menyadari bahwa kita adalah hamba yang Al Faqir, yang mana jangan kan untuk bekerja dan berkarya, berharta benda hingga mampu berqurban, bahkan bernafaspun tidak bisa tanpa daya dan kekuatan-Nya, lebih celakanya lagi bahwa ternyata dengan daya dan kekuatan-Nya itu ternyata hanya kita gunakan untuk menambah salah dan dosa, kesadaran semacam inilah yang harus selalu kita tanamkan dalam hati, sebagaimana dicontohkan Nabi Nuh ketika berada dalam perut ikan dengan ungkapannya “Laa ilaha illa anta subkhanaka inni kuntun minaddolimin” sehingga sepenuh hati sadar “Laa khaula walaa quwwata illa billah”  Inilah yang dimaksud rahasia terbesar dalam memaknai ibadah qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah qurban mempunyai hikmah untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya iman dan taqwa. Dengan demikian, dimensi keikhlasan sudah seharusnya menjadi landasan setiap amal perbuatan manusia, agar manusia mengorientasikan kehidupannya semata-mata untuk mencapai ridha Allah s.w.t. Dengan ikhlas beramal, berarti seseorang membebaskan dirinya dari segala bentuk rasa pamrih (dalam hal duniawi maupun ukhrowi) dan segala bentuk keakuan nafsu, agar amal yang diperbuat tidak bernilai semu dan bersifat palsu. Dengan keikhlasan, seseorang dapat mewujudkan amal sejati. Kesejatian setiap amal diukur dari sikap keikhlasan yang melandasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kesediaan berqurban yang dilandasi rasa keikhalan semata-mata, dapat mengurangi atau mengekang sifat keserakahan dan ketamakan manusia yang merupakan sifat bangsa hewani yang dalam ibadah qurban disimbolkan untuk disembelih(dimatikan/dibersihkan dari hati), setidaknya kecenderungan itu dapat dieliminir dengan membangkitkan kesadarannya agar bersedia berqurban untuk sesamanya. Kesediaan berqurban mencerminkan adanya pengakuan akan hak-hak orang lain, yang seterusnya dapat menumbuhkan rasa solidaritas sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan syari’at qurban ini, kaum muslimin dilatih untuk menebalkan rasa kemanusiaannya, mengasah kepekaannya dan menghidupkan hati nuraninya. Ibadah qurban ini sarat dengan nilai kemanusiaan, mengandung nilai-nilai sosial yang tinggi serta nilai tertinggi aqidah ketauhidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-3780874242811252786?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/3780874242811252786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/rahasia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/3780874242811252786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/3780874242811252786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/rahasia.html' title='RAHASIA'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4HFwWvefI/AAAAAAAAAF8/-3IrNkCCi5E/s72-c/img_4641b.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-7136424777758200959</id><published>2008-11-26T18:27:00.000-08:00</published><updated>2009-06-13T00:59:30.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4F72PoDCI/AAAAAAAAAFs/gR4MOveUgyQ/s1600-h/gallery-5t.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 65px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4F72PoDCI/AAAAAAAAAFs/gR4MOveUgyQ/s320/gallery-5t.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273158739428903970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;CINTA dan PENGORBANAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(OLEH:el-pitu)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ungkapan mengatakan bahwa “Cinta membutuhkan pengorbanan” nah bagaimana jika dibalik. “Pengorbanan membutuhkan Cinta”. Apakah hukum a x b = b x a??? ataukah kedua ungkpan bolak-balik itu masih memiliki makna yang sama, berubah, atau justru berlawanan?  Mari kita uraikan bersama, dan mari kita kaji makna lebih mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta sebuah kata beribu makna, begitulah katanya. Bila sekedar memaknai dan memahami cinta saja tidak ada satu definisipun yang tepat, saya jadi berfikir keras, lalu bagaimana kita bisa memahami apalagi mengimplementasikannya dalam kehidupan??? Yach … kami pun belum bisa mendefinisikan dengan tepat apakah itu cinta, namun disini saya memang tidak akan menbahas apa itu cinta, sebab definisi cinta itu sangat subjektif sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Baiklah, mari kita perhatikan berikut ini.&lt;br /&gt;   Cinta itu membutuhkan pengorbanan, bila kita mencintai hal apapun juga, maka cinta itu akan menjelma menjadi makluk yang hudup di dalam perasaan dan pikiran kita. Ia akan mampu memerintahkan sesuatu hal pada kita, merubah suasana hati, cara berpikir kita dan bahkan mampu merubah penampilan sikap mental, serta penampilan lahiriah seorang. Ia bahkan juga bisa memberikan dan membangkitkan power yang dahsyat yang sebelumnya tidak disadari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Namu demikian makluk yang satu ini juga akan meminta imbalan yang luar biasa, yang disebut dengan pengurbanan, apapun itu wujudnya, mulai dari pengurbanan perasaan, jiwa, raga, harta bahkan nyawa. Tergantung sebesar dan sekuat apa ia hiudp di dalam diri seseorang. Sedangkan besar kecil, kuat lemahnya ia tergantung bagaimana seseorang memeliharanya, mendidik dan mengarahkannya. Ia bisa menjadi iblis yang siap menggiring seseorang ke lembah kesesatan, ia juga bisa menjadi malaikat yang senantiasa menjaga kita tetap dalam jalur Sirotol Mustaqim.&lt;br /&gt;         Cinta, merupakan salah satu referensial ketuhanan seseorang  paling signifikan. Artinya, kecintaan seseorang akan menunjukkan besaran kualitas sekaligus kuantitas keimanan seseorang. Dalam arti, cinta bisa menjadi rujukan  apa  dan atau siapakah tuhan dalam kehidupan seseorang. Lebih jelasnya bahwa kecintaan sesorang membawa seseorang itu untuk menuhankan apa-apa yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kecintaan yang berlebihan kepada jabatan misalnya, membawa penuhanan terhadap jabatan, segala amal perbuatan lahir batin, niat, amalan, dan tujuan serta segala gerak-gerik akan terpusat demi, untuk dan karena jabatan. Demikian pula kecintaan terhadap hal-hal lainnya, akan membentuk hierarki penuhanan dalam diri seseorang. Nah, manakala puncak hierarki penuhanan tersebut ternyata tidak diduduki oleh Tuhan yang Allah Asmanya, yang Al-Gaib yang Wajibul Wujud, maka itu tentu akan membatalkan keimanan seseorang, dan itulah orang yang divonis Allah sebagai orang musrik yang tidak  terampuni dosa atas kemusrikan itu, Na’udzubillah Mindalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita simak Firman Allah berikut (QS: Al Kautsar)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (manusia) nikmat(anugrah) yang  banyak. Maka dirikanklah sholat dan berkorbanlah”.&lt;br /&gt;&gt;&gt;makna.... fasholli lirobbika wan Khar------------------------.&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Di  bulan Dulhijjah ini kita diingatkan kembali sebuah moment terdahsyat dalam sejarah umat manusia berkenaan dengan “cinta dan pengorbanan”. Ya, pengorbanan cinta demi cinta , pengorbanan akan kecintaan terhadap anak satu-satunya demi sebuah puncak Cinta  yang Absolut seorang Rosul kepda Tuhannya. Dalam kisah inilah sebenarnya kita bisa belajar dengan tepat memaknai Cinta dan mengaplikasikannya dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Dalam kisah ini terbukti “Cinta membutuhkan pengorbanan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;      Demi Cintanya kepada Allah, dikorbankanlah cintanya kepada Nabi Isamil,  lebih dari itu “pengorbanan membutuhkan cinta” artinya untuk mau dan mampu berkorban ternyata butuh Cinta yang benar-benar Cinta bukan cinta semu, sebab bila pengorbanan tanpa cinta itu artinya bukan pengorbanan tapi Istidrot (penglulu) atau bahkan mungkin ………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-7136424777758200959?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/7136424777758200959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/7136424777758200959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/7136424777758200959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/cinta.html' title='CINTA'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4F72PoDCI/AAAAAAAAAFs/gR4MOveUgyQ/s72-c/gallery-5t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-711358634913765184</id><published>2008-11-26T18:22:00.000-08:00</published><updated>2009-06-13T00:47:04.574-07:00</updated><title type='text'>RASA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4E1oDKr-I/AAAAAAAAAFk/TFUh_SvMfyM/s1600-h/media_sf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 88px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4E1oDKr-I/AAAAAAAAAFk/TFUh_SvMfyM/s320/media_sf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273157533027708898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;me-MAKNA-i  ke-BAHAGIA-an&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(oleh: el-pitu)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bicara mengenai bahagia, siapa sich orang yang tidak berharap hidup bahagia dunia, bahagia pula di ahkirat. Boleh dikata bahwa kebahagiaan adalah puncak tertinggi harapan seorang manusia. Dan itu berlaku bagi siapapun yang mengaku hamba, waras lahir batin dan normal. Tidak heran bahwa semenjak seseorang mulai bisa berpikir maka dengan sendirinya akan tergerak untuk memahami apa dan bagaimana bahagia yang sesungguhnya. Meskipun sebenarnya rasa bahagia itu sudah biasa dirasakan semenjak dilahirkan ke dunia ini. Hanya saja kesadaran akan rasa bahagia itu ternyata baru disadari ketika seseorang sudah mulai mampu berpikir dan mencerna berbagai kejadian yang dialami yang ternyata tidak selalu membahagiakan tetapi juga menimbulkan berbagai jenis rasa yang berbeda, susah, gelisah, benci, senang, rindu, sayang, cinta dan seambrek res-res rasa lainnya yang tiada henti terus bermunculan dalam hati seseorang. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;       Berbagai res-res rasa yang beraneka ragam itu ternyata terus menggerogoti jiwa seseorang dan membuatnya kelimpungan menghadapi dan lebih parahnya banyak yang tidak mampu memahami dan mengendalikannya sehingga tak sedikit yang merasa bahwa hidup begitu kacau dan tak bermakna hingga ada yang menjadi stress, linglung, putus asa dan kawan-kawannya itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    Pada akhirnya kita mulai mencari-cari dan kemudian menemukan bahwa dari sekian res-res itu ternyata rasa bahagialah yang mampu membuat kehidupan ini menjadi layak untuk dijalani, tanpanya buat apa terus hidup. Menilik pada &lt;strong&gt;&lt;em&gt;panemu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(pemikiran) yang demikian, dan di sisi lain dari pengalaman selama ini yang nyatanya memang demikian itu yang terjadi dan saya alami sendiri, dan mungkin juga anda, menarik untuk mencoba berbagi pangerten(pemahaman) apa dan bagaimana sebenarnya kita memahami dan memaknai kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;     Kebahagiaan yang asal kata "bahagia", diawali dengan ke- dan di akhiri –an berarti menunjukkan "suatu proses menuju bentuk wujud jadi dan sempurna". Awalan ke- menunjukkan suatu arahan, tujuan dan harapan, dan di ikuti kata sifat bahagia serta di kahiri -an yang menunjukkan bentuk jadi semisal  masak+an menunjukkan suatu wujud jadi dari proses masak. Maka kalau kita coba pahami, kata kebahagian bermakna "sesuatu hal yang diingini, dituju  melalui suatu proses sehingga benar-benar terbentuk dan mewujud sebagai rasa bahagia yang sempurna di dalam hati nurani". Kalau kita perhatikan dari pengertian di atas ternyata untuk mewujudkan kebahagian harus melalui yang disebut proses, dan sudah tentu harus ada bahan dan alat untuk memprosesnya, betul tidak???&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;    Dari sisi hakikat, sebenarnya Allah yang menciptakan manusia yang di karunia perasaan tersebut, juga telah menyiapkan semua bahan yang lengkap yang tersimpan rapi dalam sir/rasa yang sejatinya juga adalah "Fitrah Jati Dirinya Dzat Al Gahibullah yang Wajibul Wujud" dan sangat dekat dalam rasa hati. Adapun alat di dalam diri manusia itu sendiri berupa hati, pikiran, panca indra dan segenap jenggelege raga yang tidak lain adalah wujudnya nafsu. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;   Selanjutnya terserah pada manusia itu apakah mau mengolah rasa hatinya sehingga tercipta nuansa "surgawi/bahagia" karena digunakan dengan sebenar-benarnya hanya untuk "merasai, mendzikiri ada  Wujud Diri-Nya bersama keluar masuknya nafas ”Sebagaimana firman Allah...&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Alaa Bidzikrillahi thatmainnul Qulub”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;yang artinya ..."Ingatlah(dalam rasa hati ada dan wujud diri-Nya Allah), dengan berdzikir maka hati akan menjadi tenteram" ataukah menjadikan rasa hati sebagai neraka, karena dipenuhi iri dengki, angah-angah, takabur, dan acuh dari seruan ketaqwaan., serta mengumbar hawa nafsu yang hanya mengejar nikmatnya makan dan syahwat dan lupa kepada sang Pemberi itu semua ”Mburu uceng kelangan deleg”.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      Perlu kita mengerti bahwa kebagian yang sebenarnya didambakan itu, bukanlah sesuatu yang bisa &lt;strong&gt;diimpor&lt;/strong&gt; dari luar diri melainkan sepenuhnya hasil produksi domestik hati kita masing-masing. Kebahagiaan bukan terbentuk dari apa yang kita miliki dari luar diri yang terkenal disebut tripel "TA"alias ”harTA, tahTA, waniTA”, bukan pula dari apa yang kita kuasai ”ilmu, kecerdasan, ketrampilan, dll”, bukan pula dari apa yang kita cintai, senangi, sayangi, banggakan, harapan dan impian semu duniawi yang selayaknya hanya sebagai pelengkap saja.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kebahagian sesungguhnya terbentuk dengan menjadi ”Hamba yang Muhlisina Lahuddin”  yakni dengan cara &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Bagaimana kita menerima, memahami, memanfaatkan, mendayagunakan, menyesuaikan segala apa yang ada dalam diri kita dan alam sekitar kita yang dianugrahkan dan dicipta Allah tanpa sia-sia ini, sehingga kita bisa mengerti dan menghayati setiap pemberian sebagai anugrah dan setiap kejadian sebagai rahmat, lalu bagaimana mengamalkannya dengan tulus, ihlas dan tanpa pamrih di jalan yang di ridhoi-Nya, menurut tuntunan dan sunnah Rosul dan para penerusnya yang selalu mengada ditengah kita, menjadikan setiap lakon pitukon kita sebagai wujud nyata proses subkhanaka, menjadikannya pancatan kokoh pulang dengan selamat dan bahagia bertemu lagi dengan-Nya, sebagai wujud nyata ungkapan syukur yang tiada tara atas fadhal dan rahmat di jadikan kita hamba yang diberi petunjuk mengenai Hakekat Jati Dirinya Al Gaibullah yang Allah namanya yang sangat dekat adanya dalam Rasa dan sekaligus dimaukannya menjalani perintah dan mejauhi larangan-Nya".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Sebelum kami akhiri uraian ini, melengkapi kebahagian telah dimaukan-Nya kami menulis artikel ini, kami teringat dengan sebuah ungkapan atau lebih tepatnya doa dari Sunan Kalijaga. Dalam suatu kisah ketika ia selesai mencarikan rumput untuk kuda seorang juragan yang kaya raya, yang kala iyu marah dan menghina sang sunan atas pekerjaannya(sebagai pencari rumput) yang dipandang hina, dan menolak tawaran untuk mencari tambahan rumput, meskipun dengan imbalan berlipat. Karena pada saat itu sang sunan sudah terlalu lelah dan tak kuat lagi, namun dengan ihlas dan sabar serta lemah lembut beliau menjawab ”saya sudah cukup dengan apa yang saya perlukan, dan saya tidak menginginkan lebih dari yang saya butuhkan” lalu mengucapkan doa sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Ya Allah jadikanlah aku rela atas kehendak Mu, dan jadikanlah takdir-Mu atas diriku sebagai rahmat  bagiku”(Amiiin).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-711358634913765184?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/711358634913765184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/711358634913765184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/711358634913765184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/rasa.html' title='RASA'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4E1oDKr-I/AAAAAAAAAFk/TFUh_SvMfyM/s72-c/media_sf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-3110626862787733567</id><published>2008-11-26T18:21:00.001-08:00</published><updated>2008-11-26T18:22:32.122-08:00</updated><title type='text'>Suara Qalbu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4EVrFKW_I/AAAAAAAAAFc/jGW2HQbinb4/s1600-h/Foto(272).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4EVrFKW_I/AAAAAAAAAFc/jGW2HQbinb4/s320/Foto(272).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273156984085568498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hari Yang Panjang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getar gemetar tubuh yang  rapuh&lt;br /&gt;Selusuri titian takdir yang getir&lt;br /&gt;Merajut makna sunyi yang takbertepi&lt;br /&gt;Ku coba obati luka &lt;br /&gt;Hapuskan duka lara &lt;br /&gt;Tiriskan rasa yang berdarah&lt;br /&gt;Dipagi yang tak lagi terasa cerah&lt;br /&gt;Meski mentari masihlah gagah&lt;br /&gt;Pancarkan cahya ketulusan&lt;br /&gt;Sematkan butir-butir kehidupan baru&lt;br /&gt;Di setiap sudut-sudut materi duniwai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kidung sunyi terasa begitu damai&lt;br /&gt;Terkadang pula begitu mencekam nurani&lt;br /&gt;Sekeping asa yang dulu kupendam&lt;br /&gt;Terhempaskan selaksa kecewa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-3110626862787733567?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/3110626862787733567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/suara-qalbu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/3110626862787733567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/3110626862787733567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/suara-qalbu.html' title='Suara Qalbu'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4EVrFKW_I/AAAAAAAAAFc/jGW2HQbinb4/s72-c/Foto(272).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-8184526429999675381</id><published>2008-11-26T18:17:00.000-08:00</published><updated>2009-06-13T00:48:51.202-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4D2ODFL8I/AAAAAAAAAFU/Ate-9fCXWAE/s1600-h/9510_Hawai_2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4D2ODFL8I/AAAAAAAAAFU/Ate-9fCXWAE/s320/9510_Hawai_2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273156443716267970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Antara TAHUN baru dan&lt;br /&gt;TUHAN baru&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entahlah, sudah menjadi tradisi atau memang tak tahu diri. Kita, bahkan saya sendiri terkadang larut dan ikut terbalut dalam suasana suka ria bahkan hura-hura kala dengungan malam tahun baru menggema di berbagai media massa. Berbagai pertunjukan dan tontonan yang sebenarnya tidak memberikan sedikitpun tuntunan, digelar besar-besaran dengan menyajikan hiburan yang membuai dan melupakan kita dari kegundahan yang sehari-hari meliputi kehidupan yang penuh gejolak ini. Seolah ada sesuatu yang berharga saja yang layak disambut dengan suka cita. Yach, katanya sih ”Inilah tahun baru, kita tinggalkan kelabunya tahun lalu dan kita sambut tahun baru dengan harapan baru.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu eloknya tahun baru bagi kebanyakan orang terlebih bagi mereka yang berduit, mungkin. Bagi sebagian orang tahun baru bukan hanya sekedar nuansa baru, rencana baru, target baru dan baru-baru lainnya. Sebenarnya, ada apakah gerangan dengan tahun baru. Ataukah cuma angka baru yang mengganti angka tahun lama, tanggal lama dan kenangan lama. Saya yakin lebih dari itu semua. Namun di sisi lain ada sesuatu yang sangat tersembunyi yang hampir tidak pernah kita sadari, sesuatu di dalam lubuk hati mengenai arti sesungguhnya ke-baruan yang kita sambut gembira itu. Sesuatu yang menggeliat itu tak lain mengenai”harapan”. Harapan yang senantiasa memacu dan memicu gerak kehidupan manusia. Sudahkah di tahun yang baru 2008 kali ini kita benar-benar mempersiapkan diri menjadi sosok manusia baru dengan jiwa dan semangat baru seperti harapan kita, atau hanya sekedar bualan semu yang segera akan berlalu seiring roda waktu, dan lagi-lagi kita terpuruk dalam rutinitas yang semakin memuncakkan rasa kejenuhan kita menghadapi kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita amati dengan seksama, ketika manusia mulai jenuh dan lelah dengan beragam pola kehidupannya, manusia di era modern ini sedang mengalami apa yang disebut “mundur ke masa depan”. Di katakan mundur, kita bisa amati berbagai fenomena dimana banyak orang mulai berfikir dan bertindak kembali seperti era yang terdahuulu, orang kembali senang dengan konsep-konsep alamiah lagi, semisal penggunaan pupuk organik, orang ingin menerapkan pola tempo dulu yang pada dasarnya memang berkualitas. Hanya saja pola dan cara lama itu dikemas kembali dalam bentuk dan teknik baru yang modern. Pada era industri kita ketahui berbagai produk di produksi secara masal, besar-besaran, kini di era informasi ini orang kembali memasarkan berbagai produk dengan istilah ”sesuai pesanan”. Kini banyak juga kita amati orang mulai kembali pada model pekerjaan rumahan, home-home industri terus digalakkan, wirausahawan muda bermunculan dengan berbagai ide dan inovasi baru. Itulah fenomena spiral pola kehidupan manusia saat ini dan akan begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini sisi positifnya, namun sisi negatif yang mengerikan pun turut menyertai pola kecenderungan mundur kedepan tersebut. Kalau dulu dikenal zaman jahiliyah dengan penyembahan berhala berupa patung dan benda-benda mistis. Kini di jaman modern ini pemikiran dan model kejahiliyahan itu kembali di wujudkan sebagai ”jahilyah Super” dalam penyembahannya kepada berhala-bahala teknologi dan produk-produk modernitas lainnya yang serba gemerlap dan wah, canggih dan penuh rekayasa mutakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan kesalahan bila teknologi terus berkembang, namun manusia sebagai subjeknya-lah yang sepenuhnya bertanggungjawab atas semua itu, sebab kemajuan tersebut ternyata tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar terhadap sisi ketauhidan. Sehingga entah saking pintarnya atau saking bodohnya barangkali, manusia seolah tidak cukup puas dengan kebijakan dan kudrat Allah. Dangkal dan keringnya nilai aqidah dan tauhid manusia telah melahirkan pandangan yang picik dan ironis sekali, menganggap agama menghambat kemajuan, dipandang begitu kolot dan kaku menghadapi kemajuan cara berpikir manusia yang seolah hendak menyamai/ngembari kemampuan tuhan, dengan berbagai temuan dan produk teknologinya yang sebenarnya tidak ada apa-apanya. Sehingga banyak diantaran kita, menciptakan tuhan-tuhan pribadi berupa ide-ide jeniusnya, teknologinya, kekuasaannya, harta benda kekayaannya dan sebagainya, namun sama sekali kosong dan dangkal akan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak puas dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, lalu mengembangkan Ketuhanan Yang Bersekutu dengan Nafsunya. Tuhan-tuhan yang mereka sembah tidak lain hanyalah pengejowantahan watak ke-akuannya kental, dalam rangka mengembangkan peradaban daging, yang tidak lain bertujuan mengejar nikmatnya makan, kekuasaan, harta benda dan syahwatnya. Semoga di tahun baru ini kita semakin maju dengan ketauhidan yang tetap menyatu dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qalbu.(oleh:el-pitu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-8184526429999675381?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/8184526429999675381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/antara-tahun-baru-dan-tuhan-baru.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8184526429999675381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8184526429999675381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/antara-tahun-baru-dan-tuhan-baru.html' title=''/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4D2ODFL8I/AAAAAAAAAFU/Ate-9fCXWAE/s72-c/9510_Hawai_2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-8841735329570208948</id><published>2008-11-26T18:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T18:16:19.403-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4CpSDKIkI/AAAAAAAAAFM/4DNLQROtmIg/s1600-h/ad_Seaside_Cafe.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4CpSDKIkI/AAAAAAAAAFM/4DNLQROtmIg/s320/ad_Seaside_Cafe.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273155121940406850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;TERLALU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlalu banyak tuk diambil, ambillah cukup yang kau butuhkan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Terlalu bermacam ragam tuk dipilih, pilih yang tepat dan bermanfaat&lt;br /&gt;Terlalu sedikit waktu tuk habiskan, gunakan sebagaimana harusnya&lt;br /&gt;Terlalu pendek umur tuk disia-siakan, manfaatkan tuk kebajikan dan kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Lalu.........&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bersyukurlah, berbahagialah, belajarlah, bekerjalah, bermainlah, bersosiallah, bergembiralah, dan beribadahlah serta beristirahatlah, secukupnya !!!!!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-8841735329570208948?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/8841735329570208948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/terlalu-terlalu-banyak-tuk-diambil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8841735329570208948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8841735329570208948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/terlalu-terlalu-banyak-tuk-diambil.html' title=''/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS4CpSDKIkI/AAAAAAAAAFM/4DNLQROtmIg/s72-c/ad_Seaside_Cafe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-1657191748106322545</id><published>2008-11-26T17:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T18:04:54.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>Kemerdekaan Sejati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS38aDK6C9I/AAAAAAAAAFE/MKtJj_5Psqs/s1600-h/O2_wppr.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS38aDK6C9I/AAAAAAAAAFE/MKtJj_5Psqs/s320/O2_wppr.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273148263178570706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;MERDEKA ATAU MATI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Sudah 61 tahun negara ini meneguk manisnya kemerdekaan, merdeka dari penjajah bangsa-bangsa kolonial. Kemerdekaan yang diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan darah, air mata, cucuran keringat, harta benda bahkan ribuan nyawa para pejuang, sudah seharusnya kita sebagai generasi penerus untuk mensyukuri rahmat kemerdekaan itu dengan benar. Dengan mewujudkan apa yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa ini, yakni dengan membangun bangsa ini hingga menjadi bangsa yang berketuhanan yang Maha Esa (bertauhid) dengan sebenar-benarnya bertauhid, berpersatuan dalam kesatuan, berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia serta beradab dengan dipimpim oleh hikmat kebijaksaan, menjadi Negara yang sentosa yang dalam istilah lainnya yakni &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Negara Baldatun Toyyibatun Warabbun Ghafur &lt;/i&gt;hingga akhir zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Kenyataannya sekarang, sudahkah cita-cita luhur itu terealisasi??? Pembaca tentu bisa menjawab dengan tepat. Memprihatinkan memang melihat kenyataan yang ada sekarang ini, keprihatin yang mendalam bahwa bangsa ini kian hari justru semakin terpuruk dalam ketidakmenentuan arah. Bangsa ini terjerat dalam kebingungan mendalam, bahkan seakan alampun justru menambah keparahan kerusakan bangsa ini. Seolah tuhanpun tidak mendukung, tentu saja tuhan yang maha benar tidak salah dengan kehendak-Nya. Mungkin saja ini adalah ujian, mungkin pula peringatan keras dari-Nya, atau bahkan mungkin ini adzab??? Bila benar ujian tentu kita harus sabar dan ihlas menerima, bila ini adalah peringatan sudah semestinya segenap penduduk negeri ini introspeksi diri masing-masing, sedang bila ini adalah adzab, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Na’udubillah Mendalik&lt;/i&gt;, maka wajib bagi setiap yang masih merasa sebagai hamba Tuhan untuk bersegera&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;kembali pada Taubatan Nasuha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Memang kita tidak bisa memastikan apa yang menjadi kehendak_Nya, namun kita tentu bisa mengira-ngiranya. Dan yang lebih penting lagi sekarang ini bagi bangsa ini untuk kembali menata diri bukan hanya system dan tatanan berbangsa dan bernegara, tetapi juga tatanan berkehidupan dalam hubungannya dengan sang Maha pemberi kehidupan ini. Sebab setiap pemberian termasuk kehidupan itu sendiri tentu disertai dengan tanggung jawab dalam implementasinya&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dengan secara kontinyu dan simultan serta terintegrasi penuh baik dalam tatanan berbangsa, bernegara bermasyarakat, bersosial polotik, berekonomi dan berpendidikan, berumahtangga dan semua sisi kehidupan hingga yang sekecil-kecilnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Inilah perkerjaan rumah setiap diri saat ini sebagai manifestasi wujud &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;syukur atas kehidupan dan kemerdekaan yang merupakan rahmat Allah yang maha kuasa, bila tidak maka bisa saja Allah menarik nikmat kemerdekaan yang selama ini dinikmati bangsa ini, alangkah mengerikannya. Sebagai mana semboyan para pejuang kemerdekaan bangsa ini “Merdeka atau Mati”, generasi bangsa ini selayaknya tetap memegang teguh semboyan ini. Meskipun perjuangan sekarang berbeda, bukan lagi berperang ke medan tempur dengan senjata, melainkan bertempur melawan kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan dan yang lebih berat berat lagi yakni berperang dengan diri masing-masing melawan nafsu yang maunya hanya mengajak kepada kerusakan, kepentingan-kepentingan dan kesenangan diri pribadi, acuh arogan iri hati dan segunung sifat-sifat hewani yang ujung-ujungnya hanya membawa kepada kerusakan diri dan bahkan juga merusak tatanan berkehidupan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Tetap dengan memegang semboyan merdeka atau mati, merupakan pilihan yang tepat. Merdeka berarti tercapainya kemerdekaan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;sejati lahir batin, merdeka lahir terbebas dari penjajahan Negara dan bangsa lain dalam bentuk ekonomi, budaya dan sebagainya serta merdeka batin terlepas dari kungkungan nafsu dengan berbagai sifat-sifatnya yang selalu dalam kerjasama yang intim dengan makluk yang yang bernama iblis dan bala tentaranya termasuk jin, syaiton, sert lelembut seisi jagad. Sedang mati berarti bahwa setiap perikehidupan yang sama sekali tidak sejalan dengan kehendak Allah dan Utusannya yang terus mengada di bumi guna menjadi saksi atas semua perbuatan manusia, sama sekali tidak diberi peluang untuk muncul, bergerak, dan mengotori peradababan bangsa ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;"&gt;Semoga seiring dengan bertambahnya usia kemerdekaan bangsa ini, rahmat Allah dicurahkan dari langit dan bumi kepada segenap penduduknya serta dibukakan-Nya mata hati setiap diri sehingga dengan benar bisa melihat kebenaran yang sejati, dengan kesadaran dapat melihat setiap hikmah dibalik setiap peristiwa, dengan ihlas dan syukur serta semangat jihadunafsi dapatnya selalu bisa mengadili diri sendiri hingga tercapai rasa hati yang hurriah tammah (merdeka sejati), dan terwujudlah Negara Indonesia yang merdeka sejati berdasarkan Pancasila. Amin. Akhir kata…Merdeka!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-1657191748106322545?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/1657191748106322545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/kemerdekaan-sejati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/1657191748106322545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/1657191748106322545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/kemerdekaan-sejati.html' title='Kemerdekaan Sejati'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS38aDK6C9I/AAAAAAAAAFE/MKtJj_5Psqs/s72-c/O2_wppr.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-931258212177705217</id><published>2008-11-26T17:24:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T18:05:56.453-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Dunia Rasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS37F7pn_qI/AAAAAAAAAE0/7m1a1DX2xdY/s1600-h/BISMILL.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 301px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS37F7pn_qI/AAAAAAAAAE0/7m1a1DX2xdY/s320/BISMILL.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273146818050916002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="font-size:15.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt;"&gt;Ngemposke Roso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%;font-size:12.0pt;"&gt;Hari bergulir, bulan pun berganti. Kembali umat Islam diseluruh pelosok bumi ini dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menyambut dengan gembira, ada yang merasa biasa saja, ada pula yang mungkin kurang atau bahkan tidak suka. Yang demikian itu tidak lain tergantung dari tingkat dan kulaitas keimanan masing-masing diri. Puasa ramadhan memang merupakan salah satu ibadah ekseklusif, sebab puasa adalah ibadah yang oleh Allah sendiri diwajibkan untuk hamba-hambanya yang merasa beriman. Tentunya pun hanya hamba yang benar imannya saja yang akan benar-benar terpanggil. Sebagaimana fiman_Nya dalam Alqur’an Surat Albaqarah ayat 183 : “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa&lt;/i&gt;. Nah…apakan kita sudah merasa terpanggil???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Puasa dalam pengertian umumnya diartikan menahan diri dari makan dan minum dan hal-hal yang dapat membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Maghrib). Pengertian yang demikian memang tidak salah, namun semestinya dimengerti lebih lanjut bahwa puasa bukan sekedar menahan dari makan dan minum dan aspek-aspek lahiriah saja, namun juga meliputi semua aspek dalam diri seseorang lahirah dan batiniah, keduanya harus dipenuhi dijalankan secara simultan, bebarengan, bersamaan sehingga&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;tujuan puasa membentuk hamba yang “muttaqin”, hamba yang bertaqwa dapat tercapai. Hamba yang demikian adalah hamba yang punya komitmen ilahiah, tadhoru’an wakhifatan dalam kondisi apapun, dimanapun, dan kapanpun. Dan…itu diperlukan latihan yang salah satuna yakni melalui puasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Segaimana uraian di atas, adanya puasa ramadhan merupakan media yang sangat efektif yang disediakn Allah bagi hamba-hambanya yang benar-benar ingin berjihadunafsi memerangi hawa nafsunya yang tidak lain adalah wujud jiwa raganya sendiri, agar dapat dijadikan tunggangan kembali kapada_Nya dengan selamat. Dengan puasa ramadhan raga dilatih untuk &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;topo&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (noto amrih pono) noto = menata; pono= bagus, baik. Jadi raga ditata, dilatih supaya baik, bagus supaya patuh dan tunduk dijadikan tunggangan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;marek maring Allah&lt;/i&gt;. Sebab bila tidak justru ia akan menjerumuskan manusia pada watak iblis yang aba wastakbara (acuh dan menyombongkan diri). Serta menghinakan manusia pada derajat hewani yang maunya hanya mengejar nikmatnya makan dan syahwat, sedang kepada sang pemberi nikmat sama sekali tidak mau tahu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Puasa juga melatih diri untuk membenamkan diri kepada kesadaran ke dalam diri betapa dirinya sebenarnya hanyalah makluk yang apes, faqir yang tidak punya kekuatan dan daya apapun melainkan Illa Billah, oleh dan dengan daya kuat Allah. Dengan kesadaran yang demikian, sebenarnya yang dilatih, ditapani adalah rasa hatinya supaya bisa &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;poso (ngemposke roso)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, ngempos berarti berhenti sejenak untuk instirahat. Lalu mengapa rasa perlu ngempos dan ngempos dari hal apa??? Perlu dimengerti bahwa hati nurani yang di dalamnya ada rasa, merupakan inti fitrah manusia yang juga merupakan belahan fitrah_Nya tuhan sendiri. Pada hakekatnya rasa ini harus difungsikan hanya untuk mengingat, menghayati dan merasa-rasakan ada dan wujud Dzat yang wajibul wujud yang amat sangat dekat sekali dalam rasa hati manusia. Sebab dalam kesehariannya ternyata rasa tadi hanya habis untuk merasakan segala hal ihwal dunia saja. Merasakan pedasnya sambal, lezatnya makan, merasakan iri hatinya, dengkinya, amarahnya, kecewanya dan seambrek res-res hawa nafsu yang ujung-ujungnya hanya menambah sempit dadanya seolah sedang mendaki langit, menambah gelap dan butanya mata hati dari mendzikiri_Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;Oleh karenanya dengan puasa ramadhan itu, rasa dilatih untuk ngempos, dihentikan. Untuk kemudian dikembalikan pada fungsi aslinya yakni untuk dan hanya untuk mengingat-ingat Dzat yang Allah asmanya yang tersimpan dalam kalimatan baqiyatan, isinya Huwa. Prose yang demikian itu disebut dengan tasfiyatul Qalbi, membersihkan, membeningkan hati. Pada akhirnya hati akan dapat kembali pada keadaan fitrah yang suci. Disitulah letak makna Idul Fitri, kembali pada fitrah setelah melalui proses Puasa “&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;poso”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Pantasalah&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;junjungan kita Nabi Muhammad SAW pernah mensabdakan bahwa seandainya saja umat Islam mengetahui kemulian ramadhan pastilah ia ingin seluruh bulan dalam setahun itu dijadikan ramadhan semua&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="right" style="text-align:right;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="line-height:150%;mso-ansi-language:SVfont-size:12.0pt;"&gt;oleh:el-pitu.::(pondoksufi-tanjung)::.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"  style="line-height:150%;mso-ansi-language:SVfont-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-931258212177705217?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/931258212177705217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/dunia-rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/931258212177705217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/931258212177705217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/11/dunia-rasa.html' title='Dunia Rasa'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SS37F7pn_qI/AAAAAAAAAE0/7m1a1DX2xdY/s72-c/BISMILL.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-6371432493680181972</id><published>2008-10-01T03:24:00.002-07:00</published><updated>2008-11-26T18:11:24.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>OH...Hari Pertamaku Yang Fitri...Betapa kurindu"SANG FITRAH"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONQra_E10I/AAAAAAAAADQ/BKFUc50l0zo/s1600-h/13+tahun+LOGO.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONQra_E10I/AAAAAAAAADQ/BKFUc50l0zo/s320/13+tahun+LOGO.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252130297352607554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, 1429 H, tepat TGL 01 Oktober 2008. 24 tahun yang lalu, Andai saja aku bisa memilih Wahai Tuhanku. Tentu saja aku PILIH 'tuk tak lanjutkan kehidupanku berdunia ini, "TIDAK LAMA..., HANYA SETELAH BEBERAPA KALI DETAK JANTUNGKU SAJA" kala itu, Akupun menangis sejadi-jadinya, ketika semua orang disekitarku tersenyum bahagia menyambut kehadiranku di dunia FANA ini.&lt;br /&gt;Ooooooh, andai mereka tahu, betapa pedih Nuraniku Bersimbah air mata sesal, mengapa ku sedia terima sumpah janjiku padam-MU tuk kau tempatkan aku di dunia, tuk menghamba Pada-Mu selama hidupmu, sedang ternyata di sini aku berada tengah perkampungan nafsu, yang disekitarnya dikelilingi bala', dihuni segerombolan iblis dan saiton yang siap menggiring ku ke jurang kesesatan dengan penuh semangat berapi-api, seperti seekor singa kelaparan yang menemukan seekor domba betina sendirian ditengah sabana yang kering rumputnya, siap diburu dan dimangsanya tanpa belas kasih dan ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sedang diriku hanya sendiri,tanpa seorang penolongpun selain sang DIRIMU, dan Sang Gembala Yang Gagah bernai yang selalu mengada di setiap zaman, UTUSANMU, yang mesti kami cari hingga ketemu, walau lautan salju harus kami tempuh dan mati disana, "HARUS" kami temukan, agar selamatkan kami dari giringan siasat licik singa2 itu. OOO.....oh, betapa mengerikannya semua itu.&lt;br /&gt; Ya TUHANKU, ILLAHKU, tempat ku bergantung atas segala kefaqiran dan kemalaratan kami akan lakon dan pitukon kami, akan kelemahan dan kedzoliman, serta kebodohan kami "La Ilaha Illa Anta, Subhanaka inni kuntum Minaddzolimin" tolonglah kami, bimbing kami dan ampuni segala dosa kami, sesungguhnya kami tidak bisa menolong diri kami melainkan semua itu atas belas kasih dan rahmatmu, dalam cita-cita membuktikan penghambaanku padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semua t'lah terlanjur kujalani, tak ada pilihan berhenti, apalagi mundur, maka tuntunlah kami tuk melangkah di jalan Sirothol Mustaqim yang Engkau Ridhoi. Sungguh, betapa hari ini dan seterusnya aku begitu merindukan MU wahai sang Maha AKU. Karna semenjak ku hirup pengap hawa dunia 24 tahun yang lalu, hawa duniawi yang terkontaminasi polutan nafsu bangsa hewani, yang tujuannya tidak lain hanya mengejar nikmatnya makan dan syahwat ini, telah menjadikan kami lupa diri dan tak tau diri, melupakan MU yang memberikan semua itu. Sedang kami benar-benar Lupa Sipa DIRIMU (WUJUDMU), lalu bagaimana ku akan bisa kembali menemui MU, sedang kami LUPA, sehingga sangat layak jika kami ini disebut Insan -nasya-yansa-"Makhluk yang LUPA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun ku amat bersyukur wahai RAB-ku, telah kau tunjukkan padaku Sang Gembala itu, dengan belas Kasih MU kau Tuntun aku menemukannya, tuk ingatkan lagi, tunjukkan lagi Apa dan Siapa DIRIMU, oleh DIRIMU SENDIRI, padahal saat itu kami meronta, dan berprasangka buruk pada MU, seperti seekor kambing bodoh yang hendak dimandikan sang majikannya. Oleh karena itu DUAHAI ILLAH-ku, sadar betapa semua itu adalah Rahmat Terbesar dalam hidupku, sehingga jangankan tuk membalas rasa syukur ITU PADAMU, sekedar tuk ungkapkan rasa syukur atas Rahmat itu, niscaya seumur hidupku tak kan mampu. Sedang ku tahu, jangan kan tuk bergulat dengan dinamika hidup ini, bernafaspun kami tak mampu tanpa GANDENG dengan MU. Sungguh "Laa haula walaa kuwwata ILLa BILLAHIL 'ALLIYYIL 'ADHIIM".&lt;br /&gt; Oleh karenanya, saat ini dan seterusnya selama hayatku, bersama setiap tarikan nafasku BERSAMAMU, kumohon ampunilah aku. Hingga nanti, kerinduan padamu ini terobati, saat ku Jelang ajal nanti, tuntun dan bimbinglah hamba yang Al faqir ini kembali keharibaan Peluk-MU, disertai Pangestu Guru, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR,ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLA ALLAH HUWA ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHI ALKHAMD"..."ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLA ALLAH HUWA ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHI ALKHAMD"..."ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, LAA ILAHA ILLA ALLAH HUWA ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHI ALKHAMD"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...,di hari yang Fitri ini, ku mohon dengan segala kepasrahan KEPADAMU "ALLAHUMMA YA MUQOLLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBI 'ALA DIINIKA. ALLAH HUMMA AFTAH QULUUBANA, KAFUTUKHIL 'ARIFIINA, WANAWWIR QULUUBANA BIHIDAYATIL YAQIIN,"&lt;br /&gt;demikian pula...&lt;br /&gt;"ya ALLAH, jadikanlah aku rela atas KEHENDAKMU, dan jadikanlah TAKDIRMU padaku, adalah RAHMAT bagiku, serta jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-hambamu yang Muhlisiina Lahuddiin, amin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: aku@AKU&lt;br /&gt;01-1429-H&lt;br /&gt;01-Oktober-2008&lt;br /&gt;Bala Sirrullah, The "Hamba Sufis'me"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-6371432493680181972?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/6371432493680181972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/10/ohhari-pertamaku-yang-fitribetapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/6371432493680181972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/6371432493680181972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/10/ohhari-pertamaku-yang-fitribetapa.html' title='OH...Hari Pertamaku Yang Fitri...Betapa kurindu&quot;SANG FITRAH&quot;'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONQra_E10I/AAAAAAAAADQ/BKFUc50l0zo/s72-c/13+tahun+LOGO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-212449750401187233</id><published>2008-05-22T02:21:00.000-07:00</published><updated>2008-11-26T18:10:31.571-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>M_A_D</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONcUlTy8tI/AAAAAAAAAD0/0TkkfUS1llU/s1600-h/CRIM0133.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONcUlTy8tI/AAAAAAAAAD0/0TkkfUS1llU/s320/CRIM0133.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252143099126411986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M_A_D&lt;br /&gt;(Maafkan Aku Dunia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa lama&lt;br /&gt;Entah sampai kapan&lt;br /&gt;Aku merenungi hidup ini&lt;br /&gt;Tetap saja aku tak mengerti dirimu&lt;br /&gt;Aku tak juga bisa mengenalmu&lt;br /&gt;Tak bisakah aku bergaul dan mencumbumu&lt;br /&gt;Apalagi mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tiap hari aku kau suapi&lt;br /&gt;Walau tiap saat aku kau ajari&lt;br /&gt;Aku tetap saja tak mengerti&lt;br /&gt;Tentang bagaimana ku harus hidup&lt;br /&gt;Aku terus saja berprasangka&lt;br /&gt;Tentang ketidakadilanmu&lt;br /&gt;Tentang ketidak mengertianmu&lt;br /&gt;Tentang ketidak pedulianmu, padaku&lt;br /&gt;Sementara engkau tetap membisu&lt;br /&gt;Tidak kah kau marah padaku&lt;br /&gt;Tidak kah kau benci aku&lt;br /&gt;Tidakkah kau bosan dengan ulahku&lt;br /&gt;Dan muak dengan tingkahku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, maafkan aku&lt;br /&gt;Sebab aku memang terlalu dungu&lt;br /&gt;Tuk mengerti bahasa isyaratmu&lt;br /&gt;Aku terlalu sibuk dengan bisikan itu&lt;br /&gt;Tentang  ”aku ... persetan denganmu”&lt;br /&gt;Yang terus mengiang di lorong kalbu&lt;br /&gt;Hah.....emboh.............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi dunia...&lt;br /&gt;Maafkan aku&lt;br /&gt;Ku hanya bisa berharap&lt;br /&gt;Esok hari kau masih terima aku&lt;br /&gt;Dikala mentari tersenyum di ufuk fajar&lt;br /&gt;Berseri menyambut ku&lt;br /&gt;Dari dekapan selimut mimpi semu&lt;br /&gt;Ijinkan aku, bercanda lagi dengan mu&lt;br /&gt;Meski terkadang terselip isak tangisku&lt;br /&gt;Saat kau cubit rasaku hingga membiru&lt;br /&gt;Namun ku coba belajar&lt;br /&gt;Pastilah diri ini t’lah kurang ajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ku yakin engaku terlalu sabar&lt;br /&gt;Tuk sekedar marah apalagi menampar&lt;br /&gt;Mari.......mari kita terus bermain dan berkelakar&lt;br /&gt;Hingga senja akhiri gurauanku yang tak bernalar&lt;br /&gt;Lalu pekat malam menghampiriku&lt;br /&gt;Merayuku tuk melupakanmu, sejenak.......&lt;br /&gt;***phy_two***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-212449750401187233?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/212449750401187233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/05/mad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/212449750401187233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/212449750401187233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/05/mad.html' title='M_A_D'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONcUlTy8tI/AAAAAAAAAD0/0TkkfUS1llU/s72-c/CRIM0133.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-7552986184698193269</id><published>2008-05-19T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T00:54:25.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan Yang Membangkitkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONaqmNa1mI/AAAAAAAAADk/C68Bas7UyBQ/s1600-h/SRENGENGE+KEMBAR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONaqmNa1mI/AAAAAAAAADk/C68Bas7UyBQ/s320/SRENGENGE+KEMBAR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252141278301967970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran atau learning merupakan suatu tahap pembentukan eksistensi diri hampir semua makhluk yang memiliki otak, khususnya manusia sebagai makhluk yang paling sempurna otaknya dibanding binatang sehingga layak disebut akal. Akal yang oleh Allah dalam Al Qur’an disebut sebagai Baitul Makmur, dimana Allah telah mensetting otak manusia tersebut dengan kemampuan yang memadai guna memikirkan garapan dunia yang diciptakan_Nya  tidak sia-sia ini. Adapun untuk bisa membuktikan bahwa tidak sia-sia itu hanya dapat dilakukan manusia manakala ia memiliki ilmu pengetahuan sebagai modal dasar untuk mengelola dan memanfaatkan sehingga berdaya guna bagi kehidupannya dalam upaya memakmurkan proses pembuktian diri sebagai hamba yang taat berbakti dan beribadah kepada Sang Pencipta jagad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan pembelajaran, tentu tidak lepas dari pendidikan. Pendidikan layaknya merupakan wadah yang berisikan berbagai proses pembelajaran. Sehingga pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses pembelajaran yang menjadikan si pembelajar dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti lalu mengerti dan dari tidak bisa (melakukan sesuatu) menjadi bisa. Pada hakekatnya manusia telah melakukan berbagai proses pembelajaran sejak ia dilahirkan. Bahkan menurut suatu penelitian manusia telah melakukan proses belajar sejak masih dalam kandungan ibunya. Itu artinya bahwa proses belajar dan mendidik diri secara kodrati telah dimulai  seiring dengan proses penciptaan sosok manusia itu sendiri, baik dengan secara sadar maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang Islam sendiri hal ini tentu bukan suatu pengetian baru. Sebab menurut Al Qur’an, manusia sebelum dilahirkan telah disumpah atas persaksian mengadanya Allah sebagai satu-satunya Dzat Wajibul Wujud pencipta dirinya dan alam semesta, pemilik dunia dan akhirat. Tentu dapat dimengerti bahwa itu berarti hal pertama yang dimengerti dan dipahami secara mutlak oleh manusia adalah eksistensi Wujudullah. Hanya saja kemudian manusia setelah diberadakan didunia ternyata justru lupa dengan satu-satunya pelajaran pertama yang merupakan syarat mutlak, sebagai gerbang pintunya mati untuk bisa kembali kepada_Nya dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sabdanya Nabi Muhammad menyatakan bahwa mencari ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan, dan juga tentu kita pernah mendengar ”Tuntutlah ilmu dari buaian  hingga liang lahat.” dari kedua sabda Beliau itu dapat disimpulkan bahwa betapa amat sangat pentingnya nilai ilmu, pendidikan dan pengajaran baik dalam rangka berdunia maupun berakhirat. Adapun melihat kenyataan yang terjadi di negara ini, tak dapat dipungkiri bahwa sistem pendidikan kita telah gagal mewujudkan cita-cita luhur pendidikan untuk membentuk manusia yang seutuhnya, lahir batinnya.Berbagai sistem telah berulang kali di bongkar pasang guna membenahi kegagalan pendidikan kita yang ujung-ujungnya hanya melahirkan generasi yang korup, semu, brobrok moralnya, rendah akhlaknya, serta tipis budi pekertinya. Sehingga sama sekali tidak bisa memberikan kemanfaatan bagi orang banyak, bangsa dan negaranya, bahkan bagi dirinya sendiri, sangat ironis tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik kenyataan ini seharusnya perlu dipertanyakan, apa sebenarnya yang telah menyebabkan kegagalan sistem pendidikan kita tersebut. Mari kita kembali menengok sejarah kenabian dan kerosulan. Kita akan dapati bahwa inti dari misi  Mereka adalah pendidikan yang mengajarkan tentang Ketauhidan, tentang hakekat jati diri Allah yang mana merupakan inti fitrah manusia itu sendiri, tentang makna dan tujuan hidup dan diciptakannya dunia dengan manusia di dalamnya. Mengapa??? Sebab tanpa pondasi yang benar mengenai itu semua maka manusia akan kehilangan panduan dan arah hidup, sudah bisa dipastikan bahwa kehancuranlah yang terjadi. Maka mari kita semua, khususnya para pengodok pendidikan negeri ini membangun kembali pondasi pokok yang telah runtuh ini. Ya, suatu pendidikan yang membangkitkan kesadaran inti manusia, dimulai dari pendidikan dilingkup keluarga, sosial masyarakat, berbangsa dan bernegara, sekolah, akademik dan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang mengajarkan setiap diri untuk mengerti, memahami mengenai bagaimana harusnya setiap tingkah laku dan amal perbuatan setiap diri senantiasa sejalan dengan kehendak sang Pemberi Kehidupan ini. Tentu saja untuk itu diperlukan ilmu dan laku serta pembimbing yang memang ditugaskan Allah dibumi, yang selalu mengada di tengah umatnya di setiap zaman, yang tidak bakhil menerangkan dan menunjukkan mengenai hakekat ilmu mengenai Diri Al Ghaibnya Allah. Untuk selanjutnya di taati dan dipatuhi petunjuk dan pedoman yang diberikannya, yang sama sekali bukan keluar dari krenteg dan kepentingan nafsu manusiawinya, namun murni dari petunjuk Allah Azza Wajalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian diharapkan setiap diri dapat senantiasa dapat mendidik diri  untuk belajar dan terus belajar membenahi niat dan tujuan hidupnya, setiap langkah perbuatannya, berdunia dan berakhiratnya, berekonomi, berpendidikannya, bersosial masyarakat hingga berbangsa dan bernegaranya sepenuhnya dalam rangka sebagai lemek/ pondasi yang kokoh pulang kembali kepada Allah dengan selamat dan bahagia karena kerena mendapat ridho dan ampunan_Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(***By.:phy_two:.***)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-7552986184698193269?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/7552986184698193269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/05/pendidikan-yang-membangkitkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/7552986184698193269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/7552986184698193269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/05/pendidikan-yang-membangkitkan.html' title='Pendidikan Yang Membangkitkan'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONaqmNa1mI/AAAAAAAAADk/C68Bas7UyBQ/s72-c/SRENGENGE+KEMBAR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6267293622503249910.post-8465692368591512027</id><published>2008-05-18T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-13T00:52:10.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat'/><title type='text'>Membajak Makna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONdyYu5QqI/AAAAAAAAAD8/7zXAcA5RLkw/s1600-h/a+%2833%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONdyYu5QqI/AAAAAAAAAD8/7zXAcA5RLkw/s320/a+%2833%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5252144710658114210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;MEMAKNAI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;KEHIDUPAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;MENURUT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;FALSAFAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;JAWA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;merupakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;wadah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;tempat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;menampilkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;eksistensi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;makhluk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;karena&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;penuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;dinamika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;komplek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;serta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;pola&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;pikir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;karakter&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;sangat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;beragam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;maka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;setiap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;individu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; pun &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;memaknai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;versinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;masing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;masing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;setiap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;ras&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;suku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;bangsa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;pandangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;serta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;prinsip&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;beragam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;pula&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Dari &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;pandangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;pemikiran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;kami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;mecoba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;mengungkapnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;pemikiran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;mungkin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; era modern &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;sudah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;memperhatikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.   &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;Padahal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;bila&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;mampu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;menggalinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;pesan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;disampaikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;melalui&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;jawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;Salah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;filsafat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;berikut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;salah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;satunya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;gali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;Ulasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;berikut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;mengenai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;alat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;pembajak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;tradisional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;masih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; sering &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;digunakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;oleh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;petani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;jawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;membajak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;sawahnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;ternyata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;arti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;Dua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;ekor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;kerbau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;membajak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;petani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;membutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;dua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;ekor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;kerbau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;kenapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;selalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;dua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;? Karena &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;saling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;melengkapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;tanpa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;diantaranya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;maka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;membajak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;berjalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;Seperti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;halnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;rela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;kereta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;api&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;terdiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;dua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;batang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;hanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;Begitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;maknanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;sepasang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;kerbau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;memiliki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;arti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;bahwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;selalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;berpasangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;siang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;malam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;panas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;dingin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;kiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;atas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;begitupun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;bawah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;masih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;banyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;Demikian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;pula&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;hal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;berpasangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;menciptakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;manusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;berpasang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;pasangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;laki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;laki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;perempuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;Begitupun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;segi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;terdiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;syariat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;diibaratkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;wadah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;kulit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;membungkus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;Syariat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;tanpa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;berarti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;kosong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;/&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;buta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;tanpa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;syariat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;lumpuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;istilah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; lain &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;dikenal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;kafir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;zindiq&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;Inilah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Al –&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;Qur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;’an &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;disebut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;Sirothol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;Mustaqiem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;yakni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;kesatuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;sejalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;menjalankan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;syariat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;hakikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; proses &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;beribadah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;berkehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;umumnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;perlu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;diperhatikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;bahwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;bermuamalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;/&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;berkehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; pun &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;meski&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;tetap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;berada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;bingkai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;hakikat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;ibadah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;yakni&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;senatiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;solla&lt;/span&gt;(&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;gandeng&lt;/span&gt;), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;ingat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;kepada&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;sebagai&lt;/span&gt; sang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;pemberi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;Bukankah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;manakala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;manusia&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;jiwa&lt;/span&gt; raga &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_302"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_303"&gt;fasilitas&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_304"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_305"&gt;sediakan&lt;/span&gt; sang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_306"&gt;pemilik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_307"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_308"&gt;ternyata&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_309"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_310"&gt;menggunakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_311"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_312"&gt;memanfaatkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_313"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_314"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_315"&gt;lupa&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_316"&gt;ingkar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_317"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_318"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_319"&gt;empunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_320"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_321"&gt;pemberinya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_322"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_323"&gt;ajaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_324"&gt;Alqur&lt;/span&gt;’an &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_325"&gt;hal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_326"&gt;inipun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_327"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_328"&gt;firmankan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_329"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_330"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_331"&gt;gamblang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_332"&gt;oleh&lt;/span&gt; Allah yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_333"&gt;kurang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_334"&gt;lebih&lt;/span&gt; ”...&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_335"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_336"&gt;itulah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_337"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_338"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_339"&gt;bertaqwa&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_340"&gt;yakni&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_341"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_342"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_343"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_344"&gt;mengingati&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_345"&gt;Nya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_346"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_347"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_348"&gt;berdiri&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_349"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_350"&gt;maupun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_351"&gt;berbaring&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_352"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_353"&gt;pula&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_354"&gt;disebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_355"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_356"&gt;istilan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_357"&gt;sholat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_358"&gt;dahim&lt;/span&gt;/&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_359"&gt;sholat&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_360"&gt;kekal&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_361"&gt;Bila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_362"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_363"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_364"&gt;mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_365"&gt;mengaplikasikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_366"&gt;hal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_367"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_368"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_369"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_370"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_371"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_372"&gt;kebenaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_373"&gt;Firman&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_374"&gt;dalam&lt;/span&gt; Al-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_375"&gt;Qur&lt;/span&gt;’an yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_376"&gt;menyatakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_377"&gt;bahwa&lt;/span&gt; “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_378"&gt;Sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_379"&gt;solat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_380"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_381"&gt;mencegah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_382"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_383"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_384"&gt;perbuatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_385"&gt;fahsak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_386"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_387"&gt;mungkar&lt;/span&gt;” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_388"&gt;dapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_389"&gt;terrealisasikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_390"&gt;secara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_391"&gt;benar&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_392"&gt;Bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_393"&gt;tidak&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_394"&gt;bila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_395"&gt;seseorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_396"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_397"&gt;setiap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_398"&gt;gerak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_399"&gt;gerik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_400"&gt;kehidupannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_401"&gt;senatiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_402"&gt;mendzikirinya&lt;/span&gt;/ &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_403"&gt;mengingatinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_404"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_405"&gt;rasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_406"&gt;hati&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_407"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_408"&gt;sebenar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_409"&gt;benarnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_410"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_411"&gt;berbuat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_412"&gt;kerusakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_413"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_414"&gt;kedholiman&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_415"&gt;Adapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_416"&gt;kenyataan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_417"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_418"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_419"&gt;meski&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_420"&gt;sholat&lt;/span&gt;, hajji &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_421"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_422"&gt;puasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_423"&gt;tetap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_424"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_425"&gt;berbuat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_426"&gt;kejahatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_427"&gt;korupsi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_428"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_429"&gt;perbutan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_430"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_431"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_432"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_433"&gt;dibenarka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_434"&gt;oleh&lt;/span&gt; Islam, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_435"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_436"&gt;jadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_437"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_438"&gt;belum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_439"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_440"&gt;ilmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_441"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_442"&gt;laku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_443"&gt;mengenai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_444"&gt;hakikat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_445"&gt;sholat&lt;/span&gt; (&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_446"&gt;sholat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_447"&gt;daim&lt;/span&gt;) &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_448"&gt;tersebut&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_449"&gt;Adapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_450"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_451"&gt;mendapatkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_452"&gt;ilmu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_453"&gt;memengertikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_454"&gt;hakekat&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_455"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_456"&gt;perlu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_457"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_458"&gt;gurukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_459"&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_460"&gt;ulama&lt;/span&gt; yang yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_461"&gt;mewarisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_462"&gt;ilmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_463"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_464"&gt;lakunya&lt;/span&gt; para &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_465"&gt;nabi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_466"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_467"&gt;mengada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_468"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_469"&gt;setiap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_470"&gt;zaman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_471"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_472"&gt;akhir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_473"&gt;dunia&lt;/span&gt;, yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_474"&gt;menjaga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_475"&gt;keutuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_476"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_477"&gt;kesatuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_478"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_479"&gt;syariat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_480"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_481"&gt;hakikat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tali, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_482"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_483"&gt;penghubung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_484"&gt;diantara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_485"&gt;dua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_486"&gt;kerbau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_487"&gt;tersebut&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_488"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_489"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; tali &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_490"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_491"&gt;diartikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_492"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_493"&gt;penghubung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_494"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_495"&gt;keduanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_496"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_497"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_498"&gt;seimbang&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_499"&gt;Dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_500"&gt;pemahaman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_501"&gt;sufisme&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_502"&gt;kita&lt;/span&gt;, tali &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_503"&gt;inilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_504"&gt;kekang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_505"&gt;mengendalikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_506"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_507"&gt;kerbau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_508"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_509"&gt;perbujudan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_510"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_511"&gt;bentuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_512"&gt;nafsu&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_513"&gt;tidak&lt;/span&gt; lain &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_514"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_515"&gt;jiwa&lt;/span&gt; raga &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_516"&gt;manusia&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_517"&gt;berkehidupannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_518"&gt;tetap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_519"&gt;terarah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_520"&gt;sesuai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_521"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_522"&gt;sunah&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_523"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_524"&gt;rosulnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_525"&gt;Dikendalikan&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_526"&gt;patuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_527"&gt;digunakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_528"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_529"&gt;mengolah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_530"&gt;garapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_531"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_532"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_533"&gt;memperkokoh&lt;/span&gt; proses &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_534"&gt;ibadahnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_535"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_536"&gt;rangka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_537"&gt;subhanaka&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_538"&gt;Alat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_539"&gt;pengendali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_540"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_541"&gt;kerbau&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_542"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_543"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_544"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_545"&gt;dan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_546"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_547"&gt;menjaga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_548"&gt;kesatuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_549"&gt;kedua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_550"&gt;ekor&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_551"&gt;kerbau&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_552"&gt;senantiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_553"&gt;bebarengan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_554"&gt;seia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_555"&gt;sekata&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_556"&gt;singkron&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_557"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_558"&gt;arah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_559"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_560"&gt;gerak&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_561"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_562"&gt;menghadap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_563"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_564"&gt;atas&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_565"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_566"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_567"&gt;alat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_568"&gt;pengendali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_569"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_570"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_571"&gt;arti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_572"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_573"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_574"&gt;melakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_575"&gt;kegiatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_576"&gt;apapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_577"&gt;ada&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_578"&gt;mengendalikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_579"&gt;kita&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_580"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_581"&gt;pengendali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_582"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_583"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_584"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_585"&gt;satu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_586"&gt;terletak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_587"&gt;diatas&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_588"&gt;bermakna&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_589"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_590"&gt;ia&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_591"&gt;mengendalikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_592"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_593"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_594"&gt;mengada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_595"&gt;diatas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_596"&gt;langit&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_597"&gt;namun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_598"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_599"&gt;langit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_600"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_601"&gt;seperti&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_602"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_603"&gt;lihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_604"&gt;melainkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_605"&gt;langit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_606"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_607"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_608"&gt;simbol&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_609"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_610"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_611"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_612"&gt;kenal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_613"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_614"&gt;mengerti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_615"&gt;mengadanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_616"&gt;Dzat&lt;/span&gt; Allah, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_617"&gt;sama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_618"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_619"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_620"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_621"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_622"&gt;mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_623"&gt;mencapainya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_624"&gt;manakala&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_625"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_626"&gt;pertolongan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_627"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_628"&gt;belas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_629"&gt;kasih&lt;/span&gt; Allah. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_630"&gt;Sebab&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_631"&gt;pasti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_632"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_633"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_634"&gt;adanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_635"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_636"&gt;bumi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_637"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_638"&gt;simbol&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_639"&gt;derajat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_640"&gt;hamba&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_641"&gt;berada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_642"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_643"&gt;kecil&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_644"&gt;Oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_645"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_646"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_647"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_648"&gt;berkehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_649"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_650"&gt;dunianya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_651"&gt;mau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_652"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_653"&gt;tunduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_654"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_655"&gt;patuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_656"&gt;kepada&lt;/span&gt; sang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_657"&gt;pengendali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_658"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_659"&gt;senatiasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_660"&gt;menggunakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_661"&gt;dasar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_662"&gt;taubat&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_663"&gt;ihlas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_664"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_665"&gt;berserah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_666"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_667"&gt;kepada&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_668"&gt;Nya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_669"&gt;Pembajaknya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_670"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_671"&gt;petani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_672"&gt;bajak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_673"&gt;disini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_674"&gt;berfungsi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_675"&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_676"&gt;alat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_677"&gt;pembajak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_678"&gt;tanah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_679"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_680"&gt;tanah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_681"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_682"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_683"&gt;subur&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_684"&gt;demikian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_685"&gt;pula&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_686"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_687"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_688"&gt;dunia&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_689"&gt;kesejahtaraan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_690"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_691"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_692"&gt;tercipta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_693"&gt;bila&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_694"&gt;masing&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_695"&gt;masing&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_696"&gt;individu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_697"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_698"&gt;kesadaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_699"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_700"&gt;mengembangkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_701"&gt;potensi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_702"&gt;dimiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_703"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_704"&gt;mengelola&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_705"&gt;urusan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_706"&gt;dunianya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_707"&gt;sesuai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_708"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_709"&gt;bakat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_710"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_711"&gt;kemampuan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_712"&gt;setinkat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_713"&gt;mampunya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_714"&gt;masing&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_715"&gt;masing&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_716"&gt;sebaik&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_717"&gt;baiknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_718"&gt;hingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_719"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_720"&gt;ladang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_721"&gt;subur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_722"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_723"&gt;mensyiarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_724"&gt;ajaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_725"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_726"&gt;sunnah&lt;/span&gt; Allah &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_727"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_728"&gt;Rosaullnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_729"&gt;Tanah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_730"&gt;tanah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_731"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_732"&gt;arti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_733"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_734"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_735"&gt;Jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_736"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_737"&gt;pertanian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_738"&gt;tanah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_739"&gt;dibajak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_740"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_741"&gt;dibolak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_742"&gt;balik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_743"&gt;supaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_744"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_745"&gt;subur&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_746"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_747"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_748"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_749"&gt;nyata&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_750"&gt;tanah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_751"&gt;dibolak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_752"&gt;balik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_753"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_754"&gt;menggambarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_755"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_756"&gt;keadaan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_757"&gt;terjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_758"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_759"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_760"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_761"&gt;dibolak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_762"&gt;balik&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_763"&gt;terkadang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_764"&gt;mudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_765"&gt;terkadang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_766"&gt;sulit&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_767"&gt;terkadang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_768"&gt;berkecukupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_769"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_770"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_771"&gt;waktu&lt;/span&gt; lain &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_772"&gt;berkekurangan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_773"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_774"&gt;sebagainya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_775"&gt;Itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_776"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_777"&gt;adalah&lt;/span&gt; proses &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_778"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_779"&gt;membentuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_780"&gt;watak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_781"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_782"&gt;pribadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_783"&gt;seorang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_784"&gt;manusia&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_785"&gt;semakin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_786"&gt;dewasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_787"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_788"&gt;matang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_789"&gt;Alat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_790"&gt;pemukul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_791"&gt;kerbau&lt;/span&gt;(&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_792"&gt;pecut&lt;/span&gt;/&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_793"&gt;cambuk&lt;/span&gt;), &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_794"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_795"&gt;merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_796"&gt;wataknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_797"&gt;nafsu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_798"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_799"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_800"&gt;enggan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_801"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_802"&gt;diajak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_803"&gt;berbuat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_804"&gt;kebagusan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_805"&gt;maka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_806"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_807"&gt;dipaksa&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_808"&gt;dilatih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_809"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_810"&gt;mujahadah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_811"&gt;memerangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_812"&gt;nafsu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_813"&gt;krenteg&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_814"&gt;bangsa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_815"&gt;hewani&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_816"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_817"&gt;memburu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_818"&gt;nikmatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_819"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_820"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_821"&gt;syahwat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_822"&gt;Penutup&lt;/span&gt;/&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_823"&gt;pembungkus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_824"&gt;mulut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_825"&gt;digunakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_826"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_827"&gt;menjaga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_828"&gt;mulut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_829"&gt;kerbau&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_830"&gt;supaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_831"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_832"&gt;memakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_833"&gt;rumput&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_834"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_835"&gt;dihadapannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_836"&gt;saat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_837"&gt;sedang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_838"&gt;bekerja&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_839"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_840"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_841"&gt;memiliki&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_842"&gt;makna&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_843"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_844"&gt;manusia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_845"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_846"&gt;menjaga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_847"&gt;diri&lt;/span&gt; agar &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_848"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_849"&gt;serakah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_850"&gt;rakus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_851"&gt;sehingga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_852"&gt;terhadap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_853"&gt;harta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_854"&gt;benda&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_855"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_856"&gt;apapun&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_857"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_858"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_859"&gt;haknya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_860"&gt;meskipun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_861"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_862"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_863"&gt;dilakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_864"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_865"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_866"&gt;kesempatan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_867"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_868"&gt;memanfaatkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_869"&gt;Uraian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_870"&gt;tersebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_871"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_872"&gt;merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_873"&gt;penggambaran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_874"&gt;mengenai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_875"&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_876"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_877"&gt;kehidupan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_878"&gt;terkait&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_879"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_880"&gt;filsafat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_881"&gt;jawa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_882"&gt;dikaitkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_883"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_884"&gt;pemahaman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_885"&gt;keilmuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_886"&gt;Syathariah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(.::phy_two::.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6267293622503249910-8465692368591512027?l=lulus-seven.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lulus-seven.blogspot.com/feeds/8465692368591512027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/05/membajak-makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8465692368591512027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6267293622503249910/posts/default/8465692368591512027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lulus-seven.blogspot.com/2008/05/membajak-makna.html' title='Membajak Makna'/><author><name>Seven</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07989948384661351028</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/Sy9C02p113I/AAAAAAAAATA/3wuWz0dztDk/S220/Lulusseven.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jSFbr8kMESQ/SONdyYu5QqI/AAAAAAAAAD8/7zXAcA5RLkw/s72-c/a+%2833%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
